Bidik 53 Ha untuk Pengembangan Wisata

33
TINJAU WISATA: Wakil Bupati Irwan Bachtiar saat kunjungan kerja ke Paltuding, Kecamatan Ijen.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Potensi wisata di Bondowoso, khususnya di Kecamatan Ijen, sangat memesona. Namun, kebanyakan lahan masuk wilayah Perhutani dan BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam). Pemkab Bondowoso ingin bisa lebih banyak memberi sentuhan. Karenanya, saat ini telah membidik 53 hektare lahan di Kecamatan Ijen untuk dikerjasamakan.

Luasan lahan itu muncul dalam kunjungan kerja Wakil Bupati Irwan Bachtiar bersama Disparpora ke Kecamatan Ijen. Dia menemui BKSDA dan Perhutani Bondowoso di Paltuding. Selain itu, dia mengajak Perhutani Bondowoso mengukur potensi lahan yang bisa dikerjasamakan. Artinya, pemerintah bisa memiliki hak untuk pengembangan.

Wabup Irwan Bachtiar sempat melihat peta wilayah Kecamatan Ijen di Kantor BKSDA di Paltuding. Peta itu menunjukkan batas-batas BKSDA dan Perhutani. Sehingga, ketika ada kerja sama pengelolaan, batas-batas itu sudah jelas. “Saya berkunjung untuk melihat potensi yang ada, yang pemerintah daerah bisa mengelola juga. Saya berharap nanti betul-betul kami kelola sebagaimana tujuan RPJMD, yakni menjadikan Bondowoso destinasi wisata,” jelasnya.

Pemerintah daerah dalam kesempatan itu memetakan seluas 28 hektare lahan di Paltuding akan dikerjasamakan pengelolaannya dengan BKSDA. Berikutnya di Kali Pahit, ada sekitar 5 hektare yang kerja samanya dilakukan BKSDA dan Perhutani. Ketiga adalah Kawah Wurung yang masuk kawasan Perhutani Bondowoso dengan rencana kerja sama lahan seluas 20 hektare.

Dijelaskan, pemerintah akan memperjelas lahan mana saja dan luasan berapa, yang bisa dikerjasamakan. Sebab, hal itu merupakan pijakan pemerintah dalam menentukan langkah pengembangan. Misalnya melakukan penganggaran pembangunan sampai mendatangkan investor. “Setelah ada MoU kami tidak akan ragu ketika akan membangun area tempat wisata di Kawah Ijen maupun di Kawah Wurung,” jelasnya.

Sementara Wakil ADM Perhutani Bondowoso Agus Nana R mengatakan, pihaknya mengucapkan terima kasih kepada Wakil Bupati. Khusus untuk Kawah Wurung, selama ini sudah dikerjasamakan. Namun, memang masih kurang. Pihaknya selaku Perum Perhutani yang termasuk BUMN, sangat terbuka dengan kerja sama itu. “Sebab pemerintah bisa membangun jalan, fasilitas lainnya untuk menunjang peningkatan kunjungan,” terangnya. Utamanya adalah jalan akses menuju ke tempat wisata tersebut. Sebab, akses jalan adalah hal yang sangat utama yang harus dikerjakan.

Pantauan Radarjember.id, di Kawasan Kawah Wurung, pembangunan dari Pemkab Bondowoso terus ditingkatkan. Mulai 2017 ada tulisan Kawah Wurung, ada menara pandang sampai pada 2018 ada tangga, ada musala sampai akses air bersih. Bahkan Wabup Irwan menegaskan, rencana anggaran yang dilakukan harus dibedakan dengan wilayah lain. Sebab, akses pembangunannya di bukit. “Harus ada tambahan ongkos angkut, sebab aksesnya sangat tinggi,” ujarnya.

Irwan menegaskan, ketika ada kerja sama lahan, pihaknya tentu tidak akan membangun sendirian. Melainkan akan juga mencari investor untuk ikut meramaikan wisata Bondowoso. Pihaknya menjamin perizinan akan diberikan kemudahan dan gratis. “Kami berharap ada perhotelan, kios UMKM dan pengembangan lain di tempat-tempat yang telah kami bahas,” pungkasnya. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Shodiq Syarief