Bantu Petani, Bupati Sinergikan Program Kementerian Pertanian dan BNI

30
BERSINERGI: Kementerian Pertanian bersama BNI dan Bupati Jember dr Hj Faida MMR dalam Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR Masa Tanam 2018-2019 dan Program Padat Karya Tunai di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah.

RADARJEMBER.ID – Dukungan penuh diberikan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Jember, dan BNI kepada petani  dalam mengelola dan mengembangkan pertanian, Dukungan ini salah satunya dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk petani.

“Hari ini direalisasikan KUR untuk petani. Dan ini baru pemanasan saja,” ujar Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR saat acara Gerakan Mengawal Musim Tanam OKMAR Masa Tanam 2018-2019 dan Program Padat Karya Tunai di Desa Jatisari, Kecamatan Jenggawah, Rabu (5/12/2018).

Bupati Faida menjelaskan, kegiatan mengawal gerakan musim tanam ini, menjadi bukti petani bisa mengakses dan mempunyai kesempatan  terhadap lembaga keuangan. Maka dari itu, kata Faida, gerakan ini bisa menjadi gerakan massal, sehingga petani lebih sejahtera serta keberadaan perbankan bisa lebih bermanfaat bagi petani. Selain memberikan kredit melalui KUR, BNI juga telah menyalurkan dana CSR (Corporate Social Responsibilty) kepada petani untuk pembangunan saluran irigasi dengan kegiatan padat karya tunai yang melibatkan sekitar 200 petani.

Lebih jauh Bupati Faida menegaskan dukungannya untuk program inklusi keuangan oleh perbankan. Petani yang mengakses lembaga keuangan pasti lebih sejahtera. “Dan ini tidak banyak diketahui oleh petani. Jadi kita harus lebih dekat dengan mereka,” ujarnya.

Dijelaskan, inklusi keuangan untuk pertanian akan diperluas lagi, seperti untuk kebutuhan pupuk. “Sudah waktunya meninggalkan cara-cara lama atau cara cash. Kita sudah jaman now. Jadi kita gunakan pembayaran non cash. Petani juga berhak mengikuti kemajuan teknologi dan kemajuan pelayanan lembaga keuangan,” ujarnya.

Faida menambahkan, untuk pengembangan pertanian, Pemkab Jember akan menyiapkan lahan tambahan. Selain itu, Pemkab Jember akan memberikan bantuan bibit serta pelatihan pertanian. “Mengembangkan pertanian intinya adalah mengembangkan kualitas sumber daya pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI Muhrizal Sarwani menyampaikan, kegiatan ini merupakan contoh dari sinergisitas antara pemerintah pusat dan daerah. “Kita dorong penggunaan Kartu tani ini yang didalamnya ada KUR,” ujarnya.

Tidak jauh beda diungkapkan General Manager  Divisi Bisnis Usaha Kecil BNI Bambang Setyatmojo. Dikatakan, KUR BNI di Jember sudah hampir Rp 15 miliar disalurkan kepada 1.400 petani. Untuk wilayah Kecamatan Jenggawah, kata dia, sudah lebih dari 40 petani.

“Dari 40 petani ini bisa menularkan bahwa dari BNI  ada kemudahan akses. Bunganya ringan dan bayarnya ketika panen,” ujarnya. Ditegaskan, bantuan dan pelatihan dari BNI akan disinergikan dengan Pemkab Jember dan Kementerian pertanian. (*)

Reporter : Winardi Nawa Putra

Fotografer : Humas Pemkab Jember for Radarjember.id

Editor : Winardi Nawa Putra