Temuan Ketidakberesan Bakal Disanksi

Selokambang Bakal Dikelolakan Swasta

464
MARAH: Bupati Lumajang Thoriqul Haq marah ketika mengevaluasi wisata legenda Selokambang yang dianggap dikelola dengan sembarangan.

LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Setelah menggelar sidak dua pekan lalu, Bupati Lumajang terus memantau perkembangan wisata pemandian alam Selokambang. Semua temuan ketidakberesan sudah pasti bakal disanksi. Khusus pada pengelolaan Selokambang, pihaknya bakal memilih opsi untuk dikelolakan pihak swasta.

Bupati Lumajang Thoriqul Haq terlihat kesal dengan kondisi Selokambang saat ini. Sebab, destinasi wisata yang menjadi ikon Lumajang itu tidak menunjukkan pengelolaan yang baik. Dari sidak tersebut, bupati yang akrab disapa Cak Thoriq itu mengantongi banyak temuan.

Dari temuan itulah, orang nomor satu di Lumajang ini mulai mengevaluasi. “Ya, saya akan terus memantau terhadap perkembangan sekaligus evaluasi dalam pengelolaan Selokambang,” katanya. Pariwisata Selokambang menurut dia adalah pariwisata yang jadi legenda di Lumajang.

Tentu perkembangannya yang lebih baik sangat dinanti. “Tapi saat sidak saya melihat beberapa kejadian yang ada di Selokambang,” ungkapnya sambil geleng-geleng. Di antaranya, ada pungutan-pungutan yang tidak ada buktinya. Ada pengelolaan uang yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

“Nah dalam hal itu tidak ada pilihan bagi saya, harus ada punishment terhadap orang-orang yang menjadi bagian dari pengelolaan tidak transparan itu,” tambahnya. Khusus yang melakukan pungutan di luar tata kelola keuangan yang benarm, seperti adanya pungli, ada banyak pembayaran di luar ketentuan. Setelah pengunjung masuk dan membayar tiket, mau ke toilet juga masih bayar. sementara aliran uangnya tidak diketahui. Semua itu akan ada sanksi.

Ya, sudah saya panggil kepalanya. Saya minta untuk melakukan langkah-langkah perbaikan. Tetapi ingat ya, semua itu tidak mengurangi rencana punishment terhadap mereka. Jelas itu,” katanya. Di sisi lain, bupati ingin mengembangkan Selokambang menjadi destinasi pariwisata favorit di Lumajang.

Salah satunya dengan dikelola oleh pihak swasta. “Rasanya berat jika pemerintah ini harus ikut serta dalam dunia usaha pariwisata. Makanya kita mulai berpikir lain,” ujarnya. Langkahnya bagaimana? Cak Thoriq mengatakan, silakan dikelola oleh swasta, oleh jejaring usaha yang lebih berpengalaman.

“Yang itu harapan kami pasti lebih bisa berkembang dibanding dengan kondisi saat ini,” tambahnya. Mengenai grand design-nya, ia mengatakan, pemkab harus bertemu dengan pihak swasta terlebih dahulu. Siapa pun yang ingin mengelola, menurutnya perlu menawarkan secara konseptual.

Ya mereka paparan terhadap saya. Dan itu menjadi pertimbangan kami berikutnya untuk memberikan keputusan terhadap pengelolaan Selokambang,” pungkasnya. (*)

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : Rangga Mahardhika