Dalam Pilrek, Nasib di Tangan Menteri Agama Sepenuhnya

Delapan Dosen IAIN Bersaing

RADAR JEMBER.ID – Delapan dosen bersaing ketat dalam pemilihan rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember. Mereka secara resmi telah mendaftar menjadi calon rektor ke panitia pemilihan rektor (pilrek) IAIN Jember. Mereka adalah Prof Dr Babun Suharto SE MM, Dr Nur Solikin, Dr Pujiono, Dr M. Chotib MM, Dr Sri Lumstus Sa’adah, Dr Khamdan Rivai SE MSi,  Dr Ubaidillah, dan Dr Imam Bonjol Jauhari. Mereka semua sudah mengajukan berkas kepada panitia pilrek IAIN Jember.

Dari delapan calon itu, Prof Babun Suharto yang dinilai paling kuat. Sebab, Babun Suharto  sebagai petahana yang sekarang masih menjabat sebagai Rektor IAIN Jember. Masa jabatannya akan habis pada 4 Maret 2019 mendatang. Sementara itu, Dr Nur Solikin merupakan Wakil Rektor I IAIN Jember bidang akademik dan pengembangan lembaga. Dia baru saja menyelesaikan studi doktoralnya di UIN Sunan Ampel, Surabaya.

Calon selanjutnya adalah Dr Pujiono, Wakil Dekan I Fakultas Syariah IAIN Jember. Kemudian   Dr Sri Lumatus Sa’adah, Wakil Dekan II Fakultas Syariah IAIN Jember. Selanjutnya, Dr M Chotib yang merupakan Dekan Fakultas Ekonomi Bisnis dan Islam (FEBI) IAIN Jember.

Setelah itu, disusul dengan Dr Khamdan Riva’i yang merupakan Wakil Dekan II Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Jember. Sedangkan Dr Ubaidillah ini merupakan dosen pascasarjana dan pernah menjadi ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat IAIN Jember.

Sedangkan Dr Imam Bonjol Jauhari sendiri merupakan Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Humaniora (FUAH) IAIN Jember. “Delapan calon itu berkasnya sudah diterima dan akan diverifikasi oleh panitia,” kata Abdus Syakur, ketua panitia Pilrek IAIN Jember kepada Jawa Pos Radar Jember.

Setelah itu, berkasnya akan diserahkan pada senat untuk dibahas lebih lanjut apakah memenuhi syarat apa tidak. Selanjutnya, delapan berkas itu akan dikirim ke Jakarta. “Senat tidak ada peran untuk tidak meloloskan delapan calon itu,” ucapnya.

Sebab, yang akan menentukan dari Kementerian melalui panitia seleksi (pansel). Mereka akan menentukan tiga kandidat untuk diajukan pada menteri. Setelah itu, menteri yang akan menunjuk rektor yang akan memimpin IAIN Jember yang disebut sebagai Kampus Islam Nusantara tersebut.

“Suratnya Desember sudah masuk usulan ke Kemenag RI,” ucapnya. Selain itu, senat juga akan meminta visi-misi dari masing-masing calon tersebut. Namun, sekarang masih belum ada perintah untuk pemaparan visi misi tersebut.

Diakuinya, iklim pendaftar rektor di IAIN Jember cukup banyak. Hal ini menunjukkan semangat demokrasi yang cukup baik. Sayangnya, pemilihan rektor ini ditentukan oleh menteri agama. Anggota senat sendiri tidak memiliki suara. Dengan demikian, maka nasib para kandidat sepenuhnya di tangan Menteri Agama. Karena itu, maka para kandidat harus melakukan lobi-lobi khusus kepada Kemeneterian Agama, terutama kepada menteri agama sebagai pemegang kuasa mutlak untuk memilih satu dari tiga kandidat yang diusulkan oleh Pansel Kemenag RI di Jakarta.

Jadwal verifikasi berkas itu akan dilakukan pada  4 hingga 6 Desember 2018. Hasil verifikasi berkas oleh senat akan diumumkan pada 7 Desember 2018. Setelah itu, akan diberikan kepada Kementerian Agama RI. Kemudian, menunggu keputusan dari Kemenag mengenai siapa calon rektor yang akan dipilih. (*)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Dokumen Pribadi

Editor : Narto