Bupati Serahkan Langsung Perizinan Tanpa Pungli

71
TANPA PUNGLI: Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyerhkan sertifikat perizinan kepada pemohon langsung untuk memastikan tidak ada pungli.

RADARJEMBER.ID – Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyerahkan langsung sebanyak 240  perizinan dari 228 pemohon tanpa pungli. Penyerahan ratusan perizinan tersebut sengaja diberikan Bupati Faida kepada pemohon langsung untuk menghindari dan memastikan tidak ada pungli dalam pengurusan perizinan.

Perizinan tersebut terdiri dari izin lokasi pembangunan perumahan, izin penggunaan pemanfaatan tanah (IPPT), izin fasilitas pembangunan, izin pembangunan sekolah, izin penyelanggaraan lembaga kursus dan pelatihan, serta  Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Saat acara penyerahan sertifikat tersebut, ada hal menarik yang disampaikan Bupati Faida. Salah satunya investasi yang masuk ke Jember, harus memikirkan tenaga kerja asli Jember dan membuka akses bagi para penyandang disabilitas. Hal tersebut, memang merupakan perubahan paradigma yang harus dipahami bersama.

Dikatakan, sebuah perubahan paradigma memerlukan waktu yang cukup dan konsistensi dalam menjalankan upaya-upaya menuju perubahan tersebut. Meski tantangannya berat dan banyak ujian, tapi harus dilakukan secara konsisten. Hal ini diungkapkan Bupati Jember dr HJ Faida MMR saat acara penyerahan sertifikat perizinan di Pendapa Wahyawibawagraha pada Selasa (4/12/2018).

Menurut Bupati Faida, konsistensi dapat dilakukan  dalam beberapa hal. Antara lain bisa melalui jalur  regulasi. Faida mencontohkan, untuk mempekerjakan tenaga kerja lokal, memberikan akses bagi difabel, serta pemakaian produk lokal bisa diatur baik melalui perda maupun perbup.

“Kita harus punya sikap menggunakan produk lokal. Bukan sekadar masalah konsumsi. Bukan sekadar masalah ekonomi. Tidak mungkin ekonomi kerakyatan bisa bangkit, kecuali dengan sikap mental cinta tanah air,” ujarnya. Masyarakat harus membiasakan menggunakan produk-produk lokal supaya UKM dan ekonomi kerakyatan  tumbuh berkembang.

Maka dari itulah, saat penyerahan sertifikat perizinan juga disertai komitmen untuk menyediakan produk lokal di beberapa pusat ekonomi dan usaha yang dibuka di Jember. Dalam pembangunan, kata Faida, pemerintah dan swasta harus dalam satu paradigma yang sama. Saat mengajukan perizinan usaha, ada ketentuan  berapa persennya harus merekrut tenaga kerja asli warga Jember yang ber-KTP Jember.  Tidak hanya itu. Faida menambahkan, layanan publik yang disediakan harus bisa diakses oleh penyandang disabilitas. Selain itu, dana CSR (Corporate Social responsibility)  harus bisa menjadi solusi permasalahan yang terjadi di masyarakat. (*)

Reporter : Winardi Nawa Putra

Fotografer : Humas Pemkab Jember for Radarjember.id

Editor : Winardi Nawa Putra