Rampas Ponsel dari Pasangan Mesum di Pinggir Pantai

Ancam Muda-mudi dengan Celurit

26
CARI PASANGAN MESUM: Empat terdakwa pemeras pasangan mesum menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jember.

RADAR JEMBER.ID – Berkeliling untuk menegur sepasang muda-mudi yang tengah berbuat mesum di pinggir Pantai Watu Ulo memang perlu dilakukan. Namun, teguran yang dilakukan empat warga Ambulu ini kebablasan. Sebab, teguran itu dilakukan bersamaan dengan perampasan ponsel milik korban.

Akibatnya, keempat terdakwa harus dihadapkan pada majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember. Mereka adalah Deni Mandra (29), Fendi Kurniawan (26), Supriyadi (40), dan yang paling senior Agus Subawi (49). Keempatnya warga Kecamatan Ambulu. Kemarin, mereka menjalani sidang perdana di ruang Candra Pengadilan Negeri Jember kelas 1A.

Pembacaan dakwaan dibacakan langsung oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Totok Walidi. “Keempat terdakwa menghadap sendiri tanpa didampingi kuasa hukumnya ya,” ucap Hakim Ketua Ahmad Zulpikar.

Seusai dibacakan dakwaan, hakim ketua bertanya kepada para terdakwa, apakah dakwaan yang dibacakan oleh JPU benar. “Benar yang mulia. Tidak keberatan dengan dakwaan itu,” ucap salah satu terdakwa kepada hakim ketua.

Keempatnya dijerat dengan Pasal 365 ayat (2) ke-2 KUHP tentang pencurian yang perbuatannya dilakukan dua orang atau lebih, dengan bersekutu. Sidang selanjutnya akan digelar dengan agenda acara pembuktian.

Dalam dakwaan, perbuatan para terdakwa bermula 26 Agustus lalu. Keempat terdakwa ini memang sudah memiliki niat untuk mencari pasangan muda-mudi yang tengah berbuat mesum di sekitaran Pantai Watu Ulo. Ujung-ujungnya akan dimintai barang berharganya.

Bahkan, mereka sempat mengancam menggunakan parang dan sebilah celurit. Serta diancam bakal dilaporkan ke kepala dusun setempat. Mereka berempat akhirnya mendapatkan satu buah ponsel dari korbannya yang kedapatan bermesraan di pinggir pantai. Dalam dakwaan disebutkan, total kerugian korban mencapai Rp 3 juta. (*)

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Narto