Pertama Gelar, Datangkan 24 Instruktur

Kepelatihan D PSSI Ditarik ke Jember

16
BENTUK PELATIH UNGGUL: Selama sepekan, Asskab PSSI Jember untuk pertama kalinya mengadakan Kursus Kepelatihan D PSSI untuk pelatih sepak bola Jember.

RADAR JEMBER.ID – Impian agar sepak bola Indonesia bisa berlaga di ajang Piala Dunia dirintis sejak dini. Kuncinya adalah kepelatihan dan pembinaan sepak bola usia dini. Hal ini yang mengemuka dalam Kursus Kepelatihan D Nasional PSSI yang digelar oleh Asskab PSSI Jember, di Pemandian Niagara, Ambulu.

“Kursus kepelatihan tingkat D PSSI ini menggunakan kolaborasi dari kurikulum Indonesia dengan Jerman. Kurikulum Indonesia yang bernama Filanesia atau Filososi Sepak Bola Indonesia ini, terus kita sebarkan ke berbagai pelosok tanah air,” tutur Ibnu Harto Slamet, instruktur Kursus Kepelatihan D PSSI yang didatangkan oleh Asskab PSSI Jember.

Kursus tersebut akan berlangsung hingga dua minggu ke depan. Indonesia, menurut Ibnu, menjadi satu dari lima negara di Asia Pasifik yang kurikulum sepak bolanya sudah diakui oleh FIFA. Empat negara lainnya yakni Korea, Jepang, Cina, dan Australia. Kurikulum Filanesia yang dikolaborasikan dengan kurikulum dari Jerman ini diterapkan untuk antara lain kursus kepelatihan tingkat D, B, dan C.

“Dengan kurikulum ini diharapkan, 10 tahun lagi pelatih Timnas tidak repot-repot lagi membentuk tim dari awal. Karena dasar-dasarnya sudah seragam di seluruh penjuru tanah air,” ujar pria asal Semarang ini.

Dalam kurikulum kolaborasi ini, ada beberapa materi yang sebelumnya sudah ada di Filanesia, namun akan lebih ditekankan. Antara lain antikekerasan, pola hidup sehat, fair play, dan Sport for Development (SvD). “Melalui Sport for Development, kita buat bagaimana sepak bola punya andil dalam pengembangan dari usia dini menuju dewasa,” jelas Ibnu.

Pelaksanaan kursus kepelatihan ini hanya dikhususkan untuk pelatih sepak bola asli Jember dengan jumlah peserta mencapai 30 orang. Pemberian materi teori dilakukan di Pemandian Niagara dan praktik di Lapangan Sepak Bola Glory. “Ini yang pertama kali dilakukan di Jember. Sebelumnya, Asskab Jember juga sudah mengadakan pelatihan wasit dan pelatih futsal,” ujar Samsul Arifin, sekretaris Asskab Jember.

Sementara Sutikno, Ketua Umum Asskab Jember menambahkan, meski belum disokong APBD, pihaknya tetap konsisten menggelar acara-acara berbobot untuk kemajuan sepak bola Jember. Tak hanya kepelatihan, kompetisi internal Asskab Jember yang awalnya diragukan muncul karena tanpa dana, juga tetap digelar.

“Karena di Jember ada banyak sekali potensi pemain dan pelatih yang bisa dipoles,” pungkas Sutikno. (*)

Asskab PSSI Jember for Radarjember.id

Reporter : Adi Faizin

Fotografer : Istimewa

Editor : Hadi Sumarsono