Kini Peringkat Dua di Ganda Putri International U-19

Febriana Dwi, Pebulu Tangkis Jember yang Go International

Sejak usia lima tahun, Febriana Dwi Puji Kusuma sudah mengenal raket. Itu awal dari jalan panjang Febriana menjadi pebulu tangkis profesional yang berprestasi. Berpasagan dengan Ribka Sugiarto, kini dia menjadi pemain ganda putri U-19 andalan Indonesia.

17
ANDALAN INDONESIA: Febriana Dwi Puji Kusuma (kiri) saat meraih medali emas dalam Asia Junior Championship, bulan Juli lalu. Ganda putri junior ini kini menjadi andalan tim nasional di ajang internasional.

RADAR JEMBER.ID – Setahun dua kali Febriana Dwi Puji Kusuma pulang kampung ke rumah orang tuanya di Sumbersari, Jember dari Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas). Yakni saat libur hari raya Idul Fitri dan libur menjelang tahun baru. Kesempatan itulah dimanfaatkan wartawan Radarjember.id menemui Ana, sapaan akrabnya, saat dia latihan di Jember beberapa waktu lalu.

Ana mengambil libur tahun baru lebih cepat. Sebab, di awal tahun 2019 mendatang, tepatnya tanggal 9 Januari, Ana sudah harus berangkat ke Thailand dan Malaysia untuk mengikuti turnamen bulu tangkis internasional bersama tim nasional.

Ana menjadi satu-satunya pebulu tangkis asal Jember yang saat ini masuk dalam pelatnas PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) di Cipayung, Jakarta Timur. Pelatnas Cipayung sudah tak diragukan lagi untuk urusan mencetak pebulu tangkis andal bagi Indonesia. Nama-nama pebulu tangkis nasional seperti Jonatan Christie dan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon adalah beberapa nama jebolan pelatnas Cipayung.

Perempuan berusia 17 tahun ini sudah kenal dunia bulu tangkis sejak dia masih kecil. Kedua orang tuanya, yakni sang ayah, Didik Tripuji Suharyadi dan ibundanya, Ngatodah berjasa besar atas raihan gemilang Ana hingga saat ini. Bukan hanya orang tua Febriana saja. Kakaknya juga sangat mendukung langkahnya untuk menjadi atlet bulu tangkis profesional.

Ana mengenal bulu tangkis saat ikut latihan rutin kakaknya yang gemar main bulu tangkis. Diajaklah Ana bersama ayahnya mengantar sang kakak ke tempat latihan. “Kakaknya dulu suka badminton. Jadi, waktu saya ngantar kakaknya ke lapangan, saya ajak Ana. Kok, Ana ini suka pegang-pegang raket dan kerasan (betah) di lapangan. Panjang raketnya ketimbang badan kecil Ana,” ucap ayahnya Ana, Didik Tripuji Suharyadi.

Tak berpikir lama, sang ayah langsung mendaftarkan Ana ke salah satu klub badminton yang ada di Jember. Sejak Ana masih duduk di sekolah dasar (SD) kelas satu. Klub badminton Ana tersebut yakni PB. Smash. “Waktu SD dia sudah mewakili Jember di berbagai turnamen. Seperti Porseni dan O2SN,” kata ibunda Ana.

Saat masih SD, Ana masih kerap bermain di single putri. Namun, akhirnya dia memilih untuk pindah kategori. “Waktu kecil main single. Pindah ke ganda saat SMP. Pengen saja main di ganda,” ujar Ana.

Bakat besar Ana di kategori ganda terus diasah saat di klubnya PB. Smash. Latihan demi latihan akhirnya mulai membuahkan hasil. Buktinya, meski masih duduk di bangku SMP, Ana mengikuti audisi PB Djarum Kudus, dan langsung lolos ke Jakarta kala itu.

Di PB Djarum, Ana langsung ditempatkan ke Pelatnas Cipayung. Sebab, di Cipayung hanya untuk pelatnas kategori ganda putri, ganda putra, dan ganda campuran. Sedangkan pelatnas di Djarum Kudus hanya untuk tunggal putra dan tunggal putri.

“Sehari latihannya tiga kali, mulai Senin sampai Sabtu, pagi, siang dan malam. Khusus hari Minggu libur. Kalau keluar mes ya harus izin dulu ke pelatih, keperluannya ngapain,” ungkap Ana.

Di Cipayung, Ana dipasangkan dengan Ribka Sugiarto. Keduanya dipasangkan menjadi ganda putri sejak tahun 2014 lalu hingga sekarang. Pelatih mereka di pelatnas adalah mantan atlet nasional. Seperti Rudi Gunawan Hadi Tono yang merupakan kakak kandung dari Susi Susanti, dan Anggun Nugroho, atlet nasional yang pernah mencicipi pergelaran olimpiade.

Bersama Ribka, Ana berhasil menyabet beberapa piala di turnamen bergengsi. Turnamen terakhir mereka di awal November lalu. Keduanya mampu menempati podium juara tiga dalam turnamen yang digelar di Kanada.

Sejak tahun 2016, gelar internasional mulai dikumpulkan Febriana/Ribka. Seperti juara Jakarta Open Junior International Championship dan juara Malaysia Junior International. Tahun 2017 mereka berhasil juara di Indonesia International Challenge. Serta tahun ini Febriana/Ribka berhasil menyabet medali emas dengan mengalahkan ganda putri asal Malaysia dalam turnamen Asia Junior Championship bulan Juli lalu, di Jakarta. Mereka unggul dua set langsung 21-12 dan 21-16.

“Kalau peta persaingan negara-negara ASEAN sendiri, sekarang cukup rata. Mereka sudah mulai bermain bagus semua. Juga beberapa negara Asia lainnya,” ungkap Ana yang mengidolakan Greysia Polli.

Kesuksesan Ana terus menggondol gelar juara di turnamen nasional maupun internasional, tak lepas dari doa kedua orang tuanya. “Setiap sebelum main, saya sempatkan telepon orang tua minta doa restu. Setiap harinya kalau lagi di mes ya video call juga, kangen sama orang rumah,” tutur Ana.

Ibunda Ana tetap mengingatkannya dalam hal agama. Salat lima waktu dan rajin menabung, dari hadiah yang didapatnya di semua turnamen. “Hadiah uangnya dikasihkan saya dan langsung ditabung untuk keperluan masa depannya. Saya sekaligus manajernya,” ungkap Ngatodah, ibunda Ana.

Ngatodah menambahkan, selama pertandingannya masih bisa dijangkau, dia selalu menyempatkan hadir langsung mendukung putri tercintanya. Seperti kota-kota di Jawa Timur maupun di Jawa Tengah. “Kalau ke Cipayung, saya belum pernah ke sana. Kalau ke Kudus sudah pernah. Ana ini anaknya manut (penurut) selalu ingat orang tua sama kakaknya juga,” imbuh ibunya.

Di rangking internasional U-19 ganda putri, Febriana/Ribka kini mampu menempati peringkat kedua. Mereka masih kalah dari pasangan putri asal Tiongkok. Sedangkan di rangking bulu tangkis tingkat senior, mereka masih berada di peringkat ke-81. (*)

Febriana for Radarjember.id

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Istimewa

Editor : Narto