Perceraian Terbanyak di Usia Produktif

21
MEGAH - Gedung Pengadilan Agama  Bondowoso menjadi tempat terakhir bagi para pasangan menyelesaikan kasus hukum terkait perkawinan

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Kasus perceraian di Kabupaten Bondowoso ternyata cukup tinggi. Bahkan, pasangan yang bercerai rata-rata masih berusia produktif. Sedangkan factor yang terbanyak menjadi penyebab terjadinya perceraian bervariasi. Antaralain, perzinaan, mabuk, madat, judi, meninggalkan satu pihak, dihukum penjara, poligami, kekerasan dalam rumah tangga, cacat badan, perselisihan terus menerus, kawin paksa, murtad, ekonomi, dan faktor lain-lain.

Ketua Pengadilan Agama Kabupaten Bondowoso Thabrani melalui bagian humas mengatakan factor perselisihan terus menerus di dalam rumah tangga dan persoalan ekonomi menduduki peringkat tertinggi yang memicu perceraian. “Untuk data tahun 2017 kemarin, jumlahnya mencapai 881 kasus (perselisihan di dalam rumah tangga) dan 574 kasus untuk masalah ekonomi,” ujarnya kepada Radarjember.id.

Selanjutnya untuk jumlah kasus perzinaan hanya 6 kasus, mabuk 8 kasus, judi (8), meninggalkan satu pihak (119), dihukum penjara (2), poligami (3), kekerasan dalam rumah tangga (85), cacat badan (1), kawin paksa (13), ekonomi (574), lain-lain (123). Maka dari itu, perlu ada banyak pekerjaan bagi pemerintah untuk bisa menekan angka perceraian di Bondowoso ini.

Sedangkan, data kasus perceraian sepanjang tahun 2018 masih belum bias dipublikasikan karena masih dalam tahap rekapitulasi. Sementara itu, Kepala Dinas PP dan KB Nunung Setiati mengakui kegagalan terbanyak di usia produktif ini membuat pihaknya sangat prihatin. Apalagi, cukup banyak sekali pernikahan dini yang terjadi di Bondowoso.

Oleh karena itu, untuk mencegah perceraian serta memasuki perkawinan bagi pasangan muda, pihaknya membuka layanan konseling. “Kami melakukan edukasi kepada pasangan muda atau mereka yang akan melangsungkan pernikahan,” katanya. Juga, memberikan edukasi kepada para pelajar terkait dampak pernikahan dini. “Sehingga, kami bisa menekan angka pernikahan dini. Karena angka pernikahan dini di Bondowoso memang masih tinggi,” katanya. (*)

Reporter : Eko Saputro

Fotografer : Eko Saputro

Editor : Rangga Mahardhika