Suka Taekwondo karena Drama Korea

14

Ikut organisasi mahasiswa sambil berolahraga menjadi poin utama bagi Dewi Kusuma Astutik. Mahasiswa baru Universitas Jember (Unej) angkatan 2018 ini bergabung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Taekwondo. Dewi mengaku suka taekwondo karena sering melihat drama Korea.

Bagi Dewi sapaan akrabnya, dia aktif di taekwondo mumpung masih belum banyak tugas kuliah. Dia ingin memaksimalkan mendapat pengalaman di olahraga taekwondo dengan mengikuti beberapa turnamen. “Saya bisa terus latihan taekwondo sekaligus belajar berorganisasi yang baik di UKM. Dapat pengalaman juga dapat prestasi,” ucap perempuan yang masih berusia 18 tahun ini.

Perempuan yang mengambil jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) FKIP Unej itu mengaku sebelumnya menyukai drama dan artis korea. Akhirnya dia tahu, kalau bela diri asal Korea adalah Taekwondo. “Sekarang beda alasannya. Lebih diseriusin dan gali prestasi lebih banyak lagi. Bukan karena artis Korea seperti dulu,” ujar perempuan asal Banyuwangi.

Dewi sendiri bisa dibilang terlambat menggeluti Taekwondo. Yakni, sejak dia duduk di bangku kelas satu SMA. Dari kelas satu SMA sampai kelas dua. Di kelas tiga dia harus berhenti sejenak, lantaran fokus ke Ujian Nasional (UNAS).

“Waktu SMP saya pernah ikut karate, niatnya SMA mau melanjutkan. Tetapi di SMA hanya ada ekstrakulikuler taekwondo dan pencak silat. Jadi ya pilih taekwondo saja,” ucap Dewi.

Selama di SMA, Dewi mengaku belum sempat ikut turnamen taekwondo. Saat dia vakum kelas tiga, Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) digelar, tetapi dia tidak bisa ikut. Karena sudah vakum dan fokus terlebih dahulu di UNAS.

Dewi baru ikut turnamen taekwondo di Malang saat baru jadi maba Unej. Bagusnya, dia mampu memberikan penampilan yang terbaik dengan meraih medali emas di kategori fight atau kyorugi dengan sabuk warna kuning.

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Narto