Penjara Kognisi

Dr Hefni Zain SAg MM, Dosen Pascasarjana IAIN Jember

15

Sejatinya setiap orang memiliki potensi yang luar biasa, tetapi bila tidak didukung oleh lingkungan internal dan eksternal, maka potensi tersebut akan terhambat bahkan bisa sia-sia.

Anda tahu kekuatan sebenarnya gajah liar ?  sungguh sangat dahsyat, ia mampu berjalan lebih dari 40 km perhari, mampu merobohkan pohon, merusak kampung dan mampu mencari makan dalam jumlah berlimpah, tetapi suatu saat ada seorang pawang yang menjinakkan gajah liar dengan cara menembaknya dengan obat bius hingga gajah itu pingsan, lalu diikatnya dengan rantai dan ditambatkan pada pohon besar, setelah siuman gajah berusaha lari, tapi karena kakinya terikat rantai, gajah itu terjatuh, kemudian ia bangun dan berusaha lari lagi, tetapi terjatuh lagi, begitu terus berulang-ulang, disaat gajah kehabisan tenaga ia diam dan lemas, lalu si pawang memberinya makan, tatkala gajah memiliki tenaga baru dia berusaha lari lagi, tetapi jatuh lagi, kejadian seperti itu terus berulang selama dua pekan.

Pada pekan ketiga si pawang mengganti rantai yang mengikat kaki gajah dengan tali plastik, ternyata si gajah tidak  berusaha lari lagi, nampaknya ia trauma, karena sebelumnya  mendapat pengalaman berkali-kali jatuh setiap kali berusaha lari. Kini kemampuan gajah berkurang drastis karena dibatasi oleh pikirannya sendiri, dalam kondisi seperti ini dia tidak mau lagi berjalan jauh atau berusaha keras mencari makanan, toh nanti ada orang yang ngasih makanan pikir si gajah.

Dalam diri manusia juga terdapat banyak rantai gajah, tak mungkin saya sukses, saya kan bukan sarjana, saya kan wong ndeso dan katro, bukan potongan saya kaya, bapak dan kakek serta buyut bungkalatan, garis keturunan saya adalah garis kere. Ngak mungkin saya sukses berwira usaha, saya kan tidak punya modal, skill saya juga terbatas, darah hanya cocok jadi bawahan, ini takdir Tuhan buat saya. Ini yang saya sebut terpenjara oleh pikirannya sendiri. Ungkapan-ungkapan seperti ini dan sejenisnya adalah sederet rantai gajah dalam diri kita. Bila ingin memunculkan potensi yang sesungguhnya kita harus take action untuk membuang rantai gajah dalam pikiran kita. Kita harus berjuang untuk bebas dari penjara pikiran kita.

Keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan yang memenjara kita, lihatlah Helen Keller, meski gagu, buta dan tuli, tapi ia mampu lulus dari Harvard University dengan prestasi memuaskan. Juga Hee Ah Lee meski hanya punya empat jari, 2 di kanan dan 2 di kiri, tapi ia mampu menjadi pianis hebat kelas dunia yang sudah sukses menggelar konser di berbagai negara. Keterbatasan pendidikan juga tidak boleh menjadi justifikasi kokohnya rantai gajah, Bill Gates hanya tamat SMK dan tidak sarjana, Tapi ia mampu menjadi raja komputer dan salah satu orang terkaya di dunia saat ini. Keterbatasan ekonomi pun tidak boleh menjadi legitimasi munculnya penjara dalam pikiran kita, Sugiharto (mantan Meneg BUMN) dulunya seorang tukang parkir, kuli pelabuhan dan pedagang asongan. Sylvester Stallone dulunya juga penghuni panti asuhan tapi ia mampu menjadi orang sukses sebagai bintang  Hollywood papan atas.

Mari kita segera buang rantai gajah yang masih bercokol dalam pikiran kita, mari kita berjuang untuk membebaskan diri dari penjara pikiran kita,  agar kita mampu menembus berbagai keterbatasan.

Ketahuilah …Insan-insan pengubah dunia adalah mereka yang  bisa  memetik pelajaran dari setiap kejadian. Mereka akan selalu belajar dari lingkungan yang positif, menjadikan setiap kesempatan sebagai sesuatu yang penuh makna.

Saudara…Hidup ini adalah pilihan, kita bisa diam dirumah bermalas-malasan, menyiapkan seribu alasan untuk tidak aktif di berbagai kegiatan, menyalahkan kondisi, bergantung pada orang lain, pesimis, pasrah dan mengharapkan keajaiban datang, kita bisa memilih itu semua tapi itu bentuk tidak bersyukur pada Tuhan, pilihan orang yang bersyukur adalah proaktif selalu mencari alternatif baru, kreatif dan selalu berpindah ke pekerjaan baru setelah menyelesaikan satu pekerjaan, selalu ingin berprestasi dan menjadi  serta memberi yang terbaik.

Cermin Bening Sejarah

Pada hari senin 3 Mei 711 M, Thoriq bin Ziyad membawa 7000 tentara menyeberangi selat yang membelah benua Afrika dan Eropa dengan armada kapal untuk menaklukkan Spanyol. Begitu mendarat, Thoriq mengumpulkan pasukannya di sebuah bukit yang kini dikenal sebagai Giblartar (Jabal Thoriq).

Dari bukit karang inilah Thoriq memerintahkan pasukannya untuk membakar seluruh kapal yang baru saja ditumpanginya, setelah musnah Thoriq berkata : wahai seluruh pasukan, kemana lagi kalian akan lari ? di belakang kalian laut dan di depan kalian musuh dalam jumlah besar dengan persenjataan lengkap yang siap menyongsong kalian. Demi Allah satu-satunya milik kalian ini hanyalah kekuatan dan pertolongan Allah. Mari kita bertempur sampai mati dibawah panji Allah dengan kejujuran, kesabaran dan semangat.

Dalam kondisi yang seprti itu semangat tempur pasukan Thoriq membara, fokus dan tidak ada fikiran untuk mundur. Dan akhirnya 7000 pasukuan Thoriq berhasil mengalahkan 100.000.000 pasukan musuh yang dipimpin oleh Raja Roderic yang terkenal kejam, lalim dan sombong.

Membakar kapal seperti yang dilakukan Thoriq bin Ziyad mengandung banyak pelajaran, diantaranya : bila ingin memenangkan persaingan dalam kehidupan, jangan pernah berfikir untuk mundur atau lari dari gelanggang, seberat apapun persaingan dan tantangan yang menghadang harus dihadapi dengan semangat yang jantan, ingatlah pepatah lama yang menyebutkan “Pelaut ulung tidak akan lahir dari di air laut yang tenang, orang-orang hebat tidak akan lahir dari situasi yang kering tantangan dan cobaan”.

Kini dunia terus berubah dengan cepat, tantangan yang kita hadapi juga kian kompleks, bila anda tak ingin terlindas, segeralah” bakar kapal” anda, lalu bertempurlah secara kesatria, fokus dan jantan. Mari singkirkan penyakit berbahaya yaang akan menjadi penghambat kesuksesan anda, ciri-ciri penyakit ini adalah perkataan : saya tidak bisa, saya tidak sanggup, saya tidak mungkin berhasil dan kata-kata sejenis lainnya.

Ketahuilan, sejatinya, segala sesuatu yang kita pikirkan dengan segenap perhatian, dengan energi dan konsentrasi penuh (fokus) baik hal positif maupun nigatif akan benar-benar jadi kenyataan dalam kehidupan kita. Dalam Law of attraction (hukum tarik menarik karya Michael L Losier) ditegaskan bahwa bila kita mengeluarkan getaran positif yang kuat (menyatu antara niat, semangat, pikiran, perasaan dan tindakan), maka secara otomatis alam semesta akan bekerja untuk kita, berbagai getaran positif lainnya berlomba mendekati kita, semakin besar dan kuat getar positif yang kita keluarkan, semakin cepat alam merespon dan bekerja untuk kita. Ini sesuai dengan hadits qudsi yang menyebutkan “Inna ‘abdibi dhanni” Tuhan itu berdasarkan persangkaan hambanya. Bila kita yakin kita sukses maka sukseslah kita, begitu juga sebaliknya.

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :