Dua Mahasiswa Papua yang Tewas Misterius

Diduga OD Miras Oplosan

42
PENUH DUKA: Sejumlah mahasiswa Papua yang datang ke RSD dr Soebandi Jember untuk mengantarkan jenazah Marselius, mahasiswa Papua Barat yang meninggal misterius.

RADAR JEMBER – Lagu Tanah Papua lantang terdengar di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember. Di tengah hujan cukup deras, sejumlah mahasiswa asal Papua Barat menyanyikan lagu Tanah Papua untuk mengantarkan jenazah Marselius Gabriel Kuyami yang tewas misterius. Namun, berdasarkan penelusuran Radarjember.id, korban diduga over dosis (OD) miras oplosan di daerah Tanggul.

Duka makin mendalam di hati sejumlah mahasiswa Papua itu, karena kepergian Marselius Gabriel Kuyami disusul Nickson Noak di IGD RSD dr Soebandi Jember. Hingga kemarin (28/11), jenazah Nickson Noak masih di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember. Diperkirakan, Jenazah Nickson Noak juga segera dikirim ke Papua lewat Bandara Juanda, Surabaya. Keduanya asal Kaimana, Timika, Papua Barat.

Marselius Gabriel Kuyami diketahui mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Jalan Sumatera, Jember. Sedangkan Nickson Noak mahasiswa PTS di Jalan Karimata, Jember. Yang menyesakkan, Nickson Noak meninggal saat menjenguk Marselius Gabriel Kuyami bersama teman-temanya.

Saat berada di depan sebuah warung di dekat kamar mayat RSD dr Soebandi Jember, Nickson tiba-tiba muntah. Lantas dia dilarikan ke IGD RSD dr Soebandi Jember. Saat dalam perawatan di IGD RSD dr Soebandi Jember, Nickson menghembuskan napas terakhir. Dia menyusul Marselius Gabriel Kuyami.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radarjember.id di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember, korban Marselius Gabriel Kuyami meninggal Selasa (27/11) di RS Jember Klinik. Korban sempat menjalani otopsi luar di kamar mayat RSD dr Soebandi Jember selama sehari. Bahkan, informasinya korban sudah dibawa ke kamar mayat sejak Selasa siang (27/11), setelah sempat menjalani perawatan di UGD Jember Klinik.

Suratini, Direktur RS Jember Klinik saat dikonfirmasi mengakui jika Selasa siang pihaknya menerima pasien dari Papua Barat ini. “Datang ke Jember Klinik tensinya sudah ngedrop banget, dan matanya sudah gak respon,” ujar Suratini. Dia mengatakan, dari sisi tubuh sudah kritis serta, mata sudah tidak berfungsi.

Pihaknya pun kemudian membawa ke RSD dr Soebandi. Namun, ternyata tidak bisa diselamatkan dan diantarkan dengan ambulans jenazah. Dia mengakui jika kejadian ini sudah kesekian kalinya terjadi di Jember. “Sebelumnya, diantarkan oleh pak polisi. Sempat opname, tapi bisa selamat,” jelas Suratini, kemarin siang.

Sementara itu, Linda, rekan korban yang kemarin datang di RSD dr Soebandi mengatakan, dirinya mendapatkan kabar kemarin malam (27/11). “Saya dikabari sudah meninggal,” ucap Linda. Begitu mendapatkan kabar, dia langsung menuju ke kamar mayat RSD dr Soebandi Jember.

Oleh karena itu, Linda juga ikut mengantar jenazah korban ke bandara. Dia mengaku tidak tahu pasti apa penyebab korban meninggal dunia. Dia juga tidak tahu kejadiannya secara pasti, karena hingga kemarin belum ada penjelasan mengapa rekannya dari satu daerah ini sampai meninggal dunia.

Masih belum diketahui kapan korban akan dipulangkan, karena masih dilakukan perawatan oleh petugas medis untuk mengetahui pasti penyebab kematiannya. Nickson kabarnya sempat menjenguk dan melihat jenazah Marselius di kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember, lusa sore (27/11). Namun, saat menjenguk rekannya, Nickson justru ikut ngedrop. Bahkan, Nickson dikabarkan sempat muntah-muntah di warung depan kamar mayat.

Korban pun dibawa ke UGD RSD dr. Soebandi Jember, namun tidak bisa diselamatkan dan akhirnya meninggal dunia. Hingga kemarin masih belum diketahui penyebab pasti dari meninggalnya dua mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh pendidikan di Jember itu. Kemarin, banyak mahasiswa asal Papua yang memenuhi kamar mayat RSD dr. Soebandi. Mereka menunggu kepastian pemulangan jenazah Nickson. Sebab, hingga kemarin masih diperiksa intensif oleh tim rumah sakit. Terutama untuk mengetahui penyebab kematian para korban yang cukup misterius ini. (*)

Reporter : Rangga Mahardhika, Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Narto