Mabon Menyatukan Masyarakat

Difabel Pun Semangat Berjalan

12
MENYATUKAN : Seorang difabel ikut gerak jalan tradisional Maesan Bondowoso (Mabon). Gerak jalan itu dibuka Wakil Bupati Irwan Bachtiar.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Gerak jalan tradisional Gerbong Maut Maesan-Bondowoso menjadi gerak jalan yang dinanti-nanti masyarakat. Terbukti, ribuan masyarakat mengikuti gerak jalan dengan jalur tempuh 14 kilometer tersebut. Bahkan, juga ada warga difabel yang turut serta. Meskipun di tengah keterbatasan, namun semangatnya menjaga tradisi dan mengingat sejarah tragedi Gerbong Maut tak kalah dengan masyarakat lainnya.

Waliono, peserta difabel yang kemarin semangat berjalan mengungkapkan, dirinya ingin turut serta memeriahkan gerak jalan Mabon karena cinta Bondowoso. Selain itu, jalan kaki adalah olahraga yang murah dan menyehatkan. “Saya semangat ikut, bahkan tidak sekali ini saja,” ujarnya.

Semangat yang sama ditunjukkan Febrianto yang kemarin memilih tampil unik. Ia adalah warga Situbondo yang bekerja di Bondowoso. Pada gerak jalan itu, Febri memakai kostum Hanoman si kera putih. Menurutnya kostum itu melambangkan kekuatan. “Saya dapat kostum dari paman, dan saya pakai pertama kali pada gerak jalan ini,” ujar anak yang ikut perorangan tersebut.

Gerak Jalan Gerbong Maut Maesan Bondowoso ini dilepas Wakil Bupati Irwan Bachtiar. Hadir bersamanya Kepala Disparpora Harry Patriantono, Wakapolres, Kajari dan berbagai kepala OPD. Sebab sebagian kepala OPD juga ada yang ikut berjalan dalam gerak jalan itu. Seperti Kepala Satpol PP Agung Tri Handono, Camat Wringin Sadiq, Anggota DPRD Subangkti Adi Putra dan beberapa stakeholder lainnya.

Sebanyak 70 pasukan Yonif 514 Raider menjadi peserta kehoramatan. Mereka dilepas terlebih dahulu oleh Wabup Irwan. Dalam sambutannya, Irwan Bachtiar mengatakan, Gerak jalan ini bertujuan untuk mengenang kembali peristiwa memilukan yang terjadi pada 23 Nopember 1947. Sebuah tragedi yang sangat menyedihkan akibat kekejaman Belanda terhadap bangsa Indonesia.

Khususnya terhadap para pejuang Bondowoso yang ditangkap dan ditahan dan dibawa ke Stasiun Wonokromo Surabaya. Sebanyak 46 orang meninggal dalam satu gerbong saat itu. “Dalam rangka memperingati peristiwa itu, dibuatkan gerak jalan Gerbong Maut,” jelasnya.

Menurutnya, juara atau tidak jangan bukan menjadi target. Yang terpenting ikut serta berpatisipasi. “Saya berharap hendaknya senantiasa menjaga diri dan kelompoknya. Menunjukkan semangat pahalawan,” terangnya. Sementara Kepala Disparpora Harry Patriantono mengemukakan, jumlah peserta perorangan 1.173. Peserta peregu umum 359. Peserta pelajar 184 regu. Mereka menempuh jarak 14 kilometer. (*)

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Rangga Mahardhika