Ada Ancaman Denda, tapi Belum Mempan

Sungai Masih Jadi Tempat Sampah

49
BIKIN JOROK: Kebiasaan warga membuang sampah ke sungai menimbulkan banyak kerugian bagi warga sendiri. Lingkungan jadi rusak dan bisa mengakibatkan banjir.

RADAR JEMBER.ID – Kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya menjadi problem klasik di negeri ini. Termasuk di Jember. Ini seperti terlihat di saluran air yang ada di kawasan Dam 3, Lingkungan Krajan Barat, Kelurahan Tegal Gede, Kecamatan Sumbersari.

Meski sudah terpasang papan larangan untuk membuang sampah ke sungai, pantauan Radarjember.id menunjukkan, masih banyak yang membuang sampah ke sungai. Setiap hari masih saja ada warga yang membuang sampah rumah tangga ke saluran air yang tembus ke Sungai Bedadung tersebut.

“Karena memang kita tidak disediakan petugas untuk memungut sampah. Kalau buang sampah ke saluran air, lebih praktis,” tutur salah satu warga yang enggan disebutkan namanya. Menurut warga tersebut, dia dan banyak tetangganya selama ini memang terbiasa membuang sampah –baik sampah organik maupun anorganik– ke saluran air yang juga mengaliri areal persawahan warga.

Padahal, praktik membuang sampah ke saluran air tersebut juga ikut merugikan warga sendiri. Salah satunya menjadi sarang penyakit seperti nyamuk dan bau. “Kadang kalau sudah musim hujan, air bisa meluap masuk ke sekitar rumah warga,” tutur Afandi, salah satu ketua RT di lingkungan tersebut.

Afandi menuturkan, dulunya saluran air tersebut cukup dalam. Namun, karena seringnya warga membuang sampah ke aliran sungai, saluran menjadi lebih dangkal. “Waktu saya masih kecil, kita bisa main dan cuci baju di aliran sungai ini. Tetapi sekarang sudah tidak bisa, karena makin dangkal dan jorok,” kata Afandi.

Warga sebenarnya beberapa kali melakukan kerja bakti untuk membersihkan sungai. Namun, upaya itu tidak efektif karena hanya bersifat sporadis dan sementara. “Dulu saya pernah bangun rumah, pakai pasir dari aliran air sini, sepanjang puluhan meter. Tapi jarak beberapa hari kemudian, dangkal lagi,” tuturnya.

Dia menolak jika hanya warga yang disalahkan atas praktik membuang sampah ke aliran air tersebut. “Aliran airnya kan dari sawah. Jadi, yang di sawah juga sering membuang sampah ke aliran air sungai. Jadi, tidak cuma warga,” ujarnya.

Warga sebenarnya sudah mencoba mengusulkan kepada pihak Kelurahan Tegal Gede agar disediakan petugas sampah yang memungut sampah rumah tangga dari warga. Tujuannya, agar warga tidak lagi membuang sampah ke sungai. “Tapi sampai sekarang belum ada respons,” pungkasnya. (*)

Reporter : Dwi Siswanto

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Narto