Kecamatan Mulai Layani Adminduk

LAYANI PEMOHON: Seorang petugas melayani pemohon administrasi kependudukan di kantor Kecamatan Kaliwates, kemarin.

RADARJEMBER.ID – Pengurusan administrasi kependudukan (adminduk) tidak lagi tersentral di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Jemebr di Jalan Jawa, serta spot Roxi Mall saja. Kini pelayanan adminduk mulai dilayani di kantor-kantor kecamatan. Salah satunya di kantor Kecamatan Kaliwates.

Bahkan, pihak Kecamatan Kaliwates mengumumkan secara resmi di media sosial (medsos) mengenai pelayanan pengurusan adminduk di kantor kecamatannya. Mereka siap untuk melayani adminduk, mulai dari KTP, KK, surat pindah, KIA, akta kelahiran, hingga akta kematian.

Bahkan, pada pelayanan Senin kemarin (19/11), tampak sejumlah warga mengantre di desk pelayanan adminduk di kantor Kecamatan Kaliwates. Menariknya, masyarakat yang mengurus sangat dimanjakan dengan ruang tunggu lebih nyaman. Selain tidak harus berpanas-panasan di tenda, mereka juga ditempatkan di ruang ber-AC.

Bukan hanya itu, pihak kecamatan juga menggunakan nomor antrean layaknya di bank. Dengan demikian, tidak lagi ada antrean panjang karena ada nomor antrean untuk melayani adminduk. Sejumlah warga mengaku sangat senang bisa mengurus di kantor kecamatan.

Seperti yang dilakukan oleh Siti Nur Aisyah yang kemarin (19/11) siang. Dia melakukan perekaman di Kecamatan Kaliwates. Perempuan asal Tegal Besar ini mengaku nyaman mengurus di kantor Kecamatan Kaliwates karena tidak perlu jauh-jauh dan tidak antre panjang.

Selain itu, ada belasan warga lain yang kemarin mengurus adminduk di Kantor Kecamatan Kaliwates. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya pengurusan adminduk ini bisa dilaksanakan di kecamatan. Namun, memang di kecamatan tidak bisa memproses cetak hanya mengurus dokumennya saja.

Sementara itu, Camat Kaliwates Gatot Triyono saat dikonfirmasi menjelaskan pelayanan adminduk bisa dilakukan di tingkat kecamatan. Dia menampik jika pelayanan ini karena ada kekisruhan di Dispenduk Jember. “Bukan karena itu, memang sejak dulu bisa kok untuk melayani masyarakat untuk pengurusan adminduk,” jelas Gatot. Dia menegaskan, pelayanan adminduk tidak dimulai kemarin saja.

Mantan Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Jember ini menuturkan, sebelumnya memang tidak optimal untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Mulai hari ini akan kita optimalkan lagi pelayanannya. Bahkan, kita sediakan ruangan yang nyaman serta nomor antrean, biar lebih tertib,” tutur Gatot.

Dia mengakui pengurusan lewat kecamatan ini memang cukup menurun sejak akhir 2017 lalu. “Padahal, dulu pengurusan di kecamatan per bulan bisa sampai 600 dokumen,” jelasnya. Namun, kemudian masyarakat yang mengurus menurun drastis. Dalam sebulan hanya sekitar 20-an saja.

“Karena memang untuk di kecamatan prosesnya lebih lama. Kalau yang di Roxi dan Dispendukcapil kan langsung jadi,” tuturnya. Pihak kecamatan hanya bisa mengumpulkan dan memverifikasi berkas saja. Sedangkan untuk mencetaknya harus dari dispendukcapil. Berkas ini kemudian dibawa ke dispendukcapil untuk dilakukan pencetakan. Itu pun harus menunggu sampai jadi.

“Jika untuk adminduk lain, SOP-nya jadi 14 hari kerja, sedangkan untuk akta kelahiran 21 hari kerja,” jelasnya. Usai dicetak oleh dispendukcapil, adminduk akan dikirimkan kembali ke kecamatan. Baru kemudian pihaknya menyerahkan kepada masyarakat yang sebelumnya sudah mencantumkan kontak person untuk bisa dihubungi melalui pesan singkat oleh pihak kecamatan.

Gatot menjelaskan, karena prosesnya yang lama inilah, kemungkinan masyarakat tidak sabar dan memilih untuk mengantre di dispendukcapil atau spot pelayanan di Roxi Mall. “Memang kalau mengurus di kecamatan harus sabar menunggu. Tetapi biasanya butuh cepat, sehingga mengurus sendiri ke dispendukcapil,” jelasnya.

Bahkan, diakuinya bahwa kemarin ada warga yang butuh cepat, sehingga setelah melakukan perekaman, diberikan bukti perekaman di kecamatan. “Dia kemudian datang sendiri ke dispendukcapil. Jadi, jika mau demikian boleh saja,” tegasnya. Oleh karena itu, ke depan pihaknya ingin terus mengoptimalkan pelayanan ini kepada masyarakat.

Dia menambahkan, masalah pelayanan adminduk ini sebenarnya dilakukan di semua kecamatan. Hanya saja, untuk kecamatan di pinggiran mungkin tidak bisa langsung setiap hari mengirimkan datanya ke dispendukcapil. Hal itu karena keterbatasan sumber daya untuk setiap hari ke Jember. Oleh sebab itu, kemungkinan untuk prosesnya lebih lambat.

Reporter : Mahrus Sholih

Fotografer : Jumai

Editor : Narto