Serunya Berebut Gunungan Maulid

12
TINGGI SEKALI: Inilah gunungan Maulid Nabi SAW yang terdiri dari sayur-mayur dan buah hasil kreasi masyarakat. nantinya gunungan ini akan juga diperebutkan masyarakat.

BONDOWOSO RADAR JEMBER.ID – Di berbagai daerah  saat ini masyarakat merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai ekspresi ditampilkan. Yang intinya adalah wujud sukur masyarakat. Seperti dilakukan masyarakat di Masjid Al Abror, Sukowiryo (Depan Kantor PDAM Bondowoso), mereka membuat gunungan yang berisi sayuran.

Gunungan itu, merupakan rangkaian acara pengajian Maulid Nabi Muhammad Sabtu kemarin (17/11). Rangkaian gunungan sayur itu, dibuat untuk sukuran usai ceramah agama berlangsung. Isinya kacang, nanas, timun, terung dan lain sebagainya. Sayuran itu dirangkai dengan tinggi kerucut sekitar empat meter.

Ketua Takmir Masjid Al Abror Ustad Masruhin mengungkapkan, rangkaian perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW memang dibuat semeriah mungkin. Pihaknya mengundang Habib Abu Bakar dari Situbondo untuk memberi ceramah agama. Sebelum ceramah agama, ada penampilan seni drama dari MAN Bondowoso. “Menceritakan tentang Sunan Kalijogo dengan kisah Brandal Lokajaya,” jelasnya.

Pantauan Radarjember., drama itu berlangsung menarik. Masyarakat menikmati drama tersebut usai pelaksanaan Salat Isya. Selanjutnya diteruskan dengan ceramah agama. Selesai ceramah agama, waktu seru itu tiba. “Jadi masyarakat bisa mengambil sayuran yang dikehendaki dan dibawa pulang,” ujarnya.

Memang nilai sayuran itu tidak mahal. Namun itu semua adalah pemberian masyarakat. Dengan niatan sedekah. Sementara, masyarakat yang mengikuti pengajian itu, bisa langsung mengambil rangkaian sayuran tersebut secara gratis.

Saking banyaknya masyarakat yang hadir, mereka berjubel untuk bisa mengambil sayuran. Inilah yang terlihat seru. Ada petugas yang mengambilkan sayuran tersebut diatas, lantas dilemparkan ke bawah. Masyarakat tinggal mengambil sayuran yang ia mau.

Ustad Masruhin menambahkan, tujuan gunungan itu adalah bentuk sukur masyarakat. Dengan menyediakan sayur-mayur dan buah-buahan, harapannya bisa menjadi kegembiraan bagi warga setelah mengikuti ceramah agama. Tujuannya adalah membuat senang masyarakat. “Membuat senang dengan cara unik, dan ini sudah dilaksanakan setiap tahunnya,” terangnya.

Harapannya perayaan Maulid ini, bisa memberi tauladan masyarakat untuk lebih giat lagi dalam beribadah dan beramal kebaikan. Sebab inti dari Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW adalah rahmatan lil alamin. Yakni rahmat untuk seluruh alam. (*)

 

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Rangga Mahardhika