IKIP Jember Naik Daun Lagi

18
BUKA DATA: Humas IKIP Jember Dwi Sucianingtyas membeber perkembangan kampusnya tiga tahun terakhir.

RADAR JEMBER.ID – Institut Ilmu Keguruan dan Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (IKIP PGRI) Jember menunjukkan perkembangan signifikan alias naik daun lagi. Itu terlihat tiga tahun terakhir, setelah sempat mengalami penurunan pendaftar di tahun 2015 lalu.

Humas IKIP Jember Dwi Sucianingtyas menjelaskan, meningkatnya minat mahasiswa tak lepas dari upaya jajaran rektorat, dekanat, dan seluruh akademisi kampus. “Pada tahun 2016, 2017, dan 2018 ini jumlah mahasiswa yang mendaftar terus mengalami peningkatan signifikan,” katanya saat ditemui di kampus IKIP PGRI Jember, di Jalan Jawa, Kecamatan Sumbersari.

Perempuan yang akrab disapa Suci itu menambahkan, tahun 2016 dan 2017 mahasiswa baru yang mendaftar masing-masing ada sekitar 400-an mahasiswa. Kemudian, di 2018 ini naik sekitar seratus persen, yakni ada 800-an mahasiswa baru. “Itu semua berkat kerja keras dari semua pihak,” tegasnya.

Saat ditanya terkait apa saja upaya yang dilakukan dalam mengembangkan kampusnya, Suci menyebut ada banyak hal. Di antaranya komunikasi dengan ikatan alumni IKIP Jember. Selain itu, ada upaya untuk terus membangun komunikasi dengan guru-guru yang ada di Kabupaten Jember.

Sebagai kampus yang intens melahirkan guru-guru berkualitas, IKIP Jember juga memiliki sejumlah program khusus. Di antaranya memberikan keringanan biaya untuk putra-putri para guru yang menempuh perkuliahan di IKIP Jember. “Kemudian di kampus, mahasiswa yang berprestasi juga diberikan beasiswa. Itu selain beasiswa dari pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu, disinggung mengenai efektivitas perkuliahan selama tiga tahun terakhir, Suci menegaskan berlangsung dengan baik. “Sekarang IKIP Jember memiliki 175 dosen. Seluruhnya aktif. Dan untuk ruangan tidak ada yang kosong. Semua dimanfaatkan, termasuk di kampus 2,” ungkap Suci.

Dengan melihat perkembangan IKIP Jember tiga tahun terakhir, Suci optimistis ke depannya akan terus berkembang dan maju. “Harapannya bisa seperti sebelum tahun 2015. Yaitu mahasiswa barunya rata-rata 1.500 sampai 2000 pendaftar,” pungkasnya.

Informasi yang berhasil dikumpulkan, seluruh mahasiswa yang jumlahnya ada sekitar 3.000 orang mayoritas adalah mereka yang masih fresh atau baru lulus SMA sederajat. Khusus untuk mahasiswa Prodi PAUD saja yang diketahui banyak yang sudah menjadi tenaga pengajar PAUD. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Shodiq Syarief