IAIN Kukuhkan Guru Besar Kurikulum

PENGUKUHAN: Guru besar di IAIN Jember terus bertambah. Kali ini, Titiek Rohanah Hidayati dikukuhkan sebagai guru besar bidang ilmu pengembangan kurikulum.

RADAR JEMBER.ID– Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember kini memiliki guru besar bidang ilmu pengembangan kurikulum. Hal itu setelah pengukuhan Titiek Rohanah Hidayati dalam rapat terbuka senat IAIN Jember di Gedung Kuliah Terpadu (GKT), Senin  (5/11) lalu.

Titiek Rohanah merupakan dosen senior di lingkungan kampus Islam Nusantara itu. Dia sudah menjadi dosen sejak tahun 1994 silam.  Pengabdiannya di IAIN Jember cukup banyak. Ia sempat menjabat kepala Pusat Studi Wanita STAIN Jember 2002-2003.

Kemudian, pernah menjadi ketua Jurusan Tarbiyah STAIN Jember 2003-2004. Lalu, pada tahun 2004 hingga 2008 menjadi Pembantu Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN Jember 2004-2008.

Selanjutnya, dia pernah menjadi Asisten Direktur I Pasca Sarjana STAIN Jember 2008-2013, Kepala Pusat Penjaminan Mutu STAIN Jember 2014-2015, dan Ketua Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana IAIN Jember.

Dalam pengukuhan guru besar itu, Titiek  menyampaikan orasi ilmiah berjudul Meneguhkan Identitas Kurikulum Pesantren Nusantara; Dari Transformasi ke Reproduksi-Dialektis.

Bagi dia, kurikulum pesantren sangat layak disebut sebagai kurikulum berbasis intersection and unity of curriculum. Ia memperkenalkan kubus-tersatukan Kurikulum Pesantren. “Tidak memungkinkan lagi bagi siapa pun untuk menyatakan pesantren tidak memiliki kurikulum. Pesantren memiliki kurikulum yang dirangkai melalui proses kesatuan pembacaan realitas, sublimasi-abstraktif berbasis pada nilai-nilai kepesantrenan, dan nilai-nilai budaya lokal,” jelasnya.

Selain itu, dapat diukur melalui cara-cara berpikir keberkahan dan kebermanfaatan pada kehidupan nyata di lingkungan masyarakat. Secara esensial, kata dia, kurikulum yang berkembang di pesantren memiliki penekanan pada substansi ajaran keislaman, kenusantaraan, dan kemodernan.

Menurutnya, muatan materi khazanah Islam klasik menjadi pilar utama. Sementara, kenusantaraan dapat menjadi variabel dialektik, dialog khazanah Islam dan khazanah lokal yang kemudian dikontekstualisasikan.

“Kurikulum yang demikian ini mampu menghasilkan out put santri yang kuat menjaga tradisi Islam, menjaga tradisi lokal dan tidak gamang menghadapi setiap bentuk perubahan zaman,” paparnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Babun Suharto mengatakan, pengukuhan guru besar bidang Pendidikan Islam ini diharapkan dapat memperkuat langkah untuk mewujudkan visi misi IAIN Jember sebagai pusat pengkajian dan pengembangan Islam Nusantara.

Menurut dia, dikukuhkannya guru besar itu dapat menguatkan civitas academica IAIN Jember untuk mewujudkan keunggulan kampus sebagai pusat dan kajian pengembangan Islam Nusantara.

Babun optimistis IAIN Jember ke depan semakin maju dan berkualitas. Pelbagai program penguatan tradisi akademik  dilaksanakan di IAIN Jember seperti akselerasi doktor, akselarasi guru besar, dan penguatan riset serta publikasi ilmiah.

“IAIN Jember memiliki tujuh guru besar. Pada 19 November 2018 nanti, guru besar bidang ilmu Ushul Fiqih atas nama M.N Harisudin juga akan dikukuhkan,” pungkasnya. (*)

IAIN for Radarjember.id

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Istimewa

Editor : Shodiq Syarief