Bersama Sudaryaningtyas untuk Sidang di Pengadilan Tipikor

Ustad Heri Dikirim ke Surabaya

47
DIKIRIM KE SURABAY: Ustad Heri Yudi Siswoyo sudah dipindah dari Lapas Jember ke tahanan Kejati Jawa Timur di Surabaya. 

RADAR JEMBER.ID – Pasca kandas dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jember Kelas 1A, kasus korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) PAUD berlanjut. Bahkan, tersangka mantan Kabid PAUD Dinas Pendidikan (Dispendik) Jember Ustad Heri Yudi Siswoyo sudah dikirim ke Surabaya. Ustad Heri tidak sendirian. Dia bersama tersangka lain, Sudaryaningtyas, Ketua Pusat Kegiatan Guru (PKG) Jember.

Ustad Heri dan Sudaryaningtyas segera dihadapkan dengan majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya untuk mengikuti sidang pembacaan dakwaan.

“Berkas-berkasnya sudah kami kirim semua ke pengadilan tipikor di Surabaya. Tanggal 14 besok, agenda sidang pertama pembacaan dakwaan di tipikor,” ungkap Herdian Rahardi, Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Herdian menyebutkan, dua orang terdakwa itu saat ini sudah dipindahkan ke tahanan Kejati Jawa Timur di Surabaya. Kejari Jember memindahkan mereka berdua sejak 1 November lalu. “Pertimbangannya dari sisi biaya, waktu, dan keamanan,” ujar Herdian.

Dalam sidang praperadilan, pihak kejari menghadirkan satu orang saksi dan 26 surat dokumen sebagai bukti. Kejari Jember menetapkan Heri Yudi sebagai tersangka pada tanggal 24 September lalu.

Kasus Heri Yudi bermula dari dugaan tindak pidana korupsi dana BOP PAUD Tahun 2017 lalu. Dana BOP tersebut dipakai untuk membiayai bimbingan teknis (bimtek) para guru dari 1.777 lembaga TK dan PAUD se-Jember. Biaya bimtek tersebut diambilkan dari BOP.

Menurut Herdian, kasus ini perlu ditindaklanjuti. Sebab, apabila dibiarkan, nanti akan timbul bimtek-bimtek lain yang diarahkan menggunakan dana BOP. Efeknya, dana BOP yang dipergunakan mengaver pendidikan PAUD, jadi terserap ke bimtek. Padahal, bimtek seharusnya menggunakan uang selain BOP.

Herdian menyebutkan, total kerugian dari kegiatan bimtek tersebut sebesar Rp 248.960.000, dan uang sudah disita dari mark up kegiatan bimtek Rp 72.111.600. (*)

 

 

 

 

Reporter : Muchammad Ainul Budi

Fotografer : Muchammad Ainul Budi

Editor : Narto