Sebanyak 18 Pengguna Obat Terlarang Pasrah

49
INSAFLAH: Para pemakai obat-obatan terlarang tak berdaya saat berada di Mapolres Jember.

RADAR JEMBER.ID– Sebanyak 18 para pemakai obat terlarang tak berkutik di hadapan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo. Tangan mereka di borgol. Mereka berjejer rapi dua baris.

Mereka berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan, ada yang sebagai penjual bakso, peternak ayam, pengemudi taksi daring (online), tukang gigi, kuli bangungan, wirausahawan, dan penjaga warung. “Kamu apa kerjanya?,” tanya Kapolres AKBP Kusworo Wibowo saat bertanya tentang status mereka.

Tersangka penyalahgunaan kasus obat terlarang itu merupakan hasil operasi selama satu minggu. Hasilnya, 18 tersangka dari 14 kasus berhasil diamankan oleh Satreskoba Polres Jember, Polsek Jenggawah, dan Polsek Ambulu.

Mereka menyalahgunakan narkotika dan obat-obatan terlarang. Motifnya karena sudah kecanduan obat terlarang itu. “Kami press conference hasil ungkap kasus narkoba, fungsinya pencegahan agar tidak konsumsi narkoba,” jelasnya.

Di antara 18 tersangka itu, ada salah satu tersangka yang masih berstatus di bawah umur. Namun tidak sekolah. Beberapa barang buktinya dipajang di meja dengan catatan nama tersangka.  Seperti 1,10 gram sabu, tujuh buah sedotan, dua buah korek api, dua buah pipet kaca, dan uang tunai sebanyak Rp 100 ribu.

Sementara itu, pada kasus obat keras berbahaya (okerbaya) polisi mengamankan 10 tersangka. Barang bukti yang disita meliputi 786 butir trihexyphenidyl, 1 buah tas, uang tunai Rp 1.585.000. “Mereka pemakai, tapi kita kembangkan ke tempat di mana barang tersebut berasal,” terangnya.

Para tersangka dalam kasus sabu-sabu akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (1) Sub Pasal 112 Ayat (1)UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba. Ancaman hukumannya minimal 6 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk tersangka dalam kasus okerbaya akan dijerat dengan Pasal 196 Sub Pasal 197 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukumannya 15 tahun penjara. “Kami apresiasi bagi polsek yang berprestasi,” ujarnya.

Pencegahan dilakukan secara preventif dengan sosialisasi bahayanya menggunakan narkoba. Warga yang sudah kecanduan akan direhabilitasi. “Warga yang di bawah umur akan mendapat perlakuan sesuai dengan perundang-undangan anak,” tandasnya. (*)

 

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Jumai

Editor : Narto