2020 Diprediksi Ungguli Perekonomian Singapura

Laju Asuransi Syariah Dinilai Melejit

17
SERIUS: Ali Myaskur Musa memberi materi di hadapan ratusan mahasiswa dalam seminar asuransi syariah di IAIN Jember.

RADAR JEMBER.ID – Asuransi syariah mulai mewarnai perkembangan perekonomian Indonesia, khususnya tiga tahun terakhir. Banyaknya orang yang berminat semakin menambah pengaruh asuransi syariah dalam perekonomian. Setahun terakhir, perputaran uang asuransi syariah secara nasional menembus Rp 60 triliun.

Pesatnya perkembangan laju asuransi syariah dinyatakan Dr. KH. Ali Masykur Musa, MSI Mhum, kemarin (7/11). Itu disampaikan mantan anggota DPR RI dua periode tersebut dalam seminar bertema Peran Asuransi Syariah dalam Pengembangan Potensi Ekonomi dan Keuangan Syariah, yang di gelar oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), IAIN Jember.

Ali Masykur menyebut, dalam menjalankan bisnis asuransi syariah ataupun nonsyariah pasti memiliki keunggulan serta risiko. Namun, risiko tersebut dapat dicegah atau diminimalisasi. Dengan demikian, pemegang polis asuransi dapat terlindungi secara aman dan mendapatkan haknya yang sesuai.

Dalam asuransi syariah, kata Ali, panggilan akrabnya, tidak terdapat unsur ghoror (ketidakjelasan), qimar (judi), dan riba (bunga atau tambahan). Oleh karenanya, banyak orang yang percaya untuk ikut dalam asuransi syariah. “Satu-satunya orang yang ahlinya dalam ekonomi syariah adalah Prof Dr KH Ma’ruf Amin. Kebetulan beliau adalah calon wakil presiden. Beliau berfatwa dalam asuransi syariah tidak subhat, untung-untungan, dan judi,” jelas ketua umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) tersebut.

Mantan anggota BPK RI itu menceritakan, pada 2015 lalu dirinya menjadi komisaris utama di salah satu BUMN. Katanya, ada satu anak perusahaan, yakni asuransi syariah yang di-merger (penggabungan dua perusahaan atau lebih). Perusahaan asuransi syariah pada waktu itu memiliki keuangan sebesar Rp 2,5 triliun dan tiga tahun berikutnya berkembang pesat.

“Salah satu perusahaan asuransi syariah di tahun 2015 masih Rp 2,5 triliun. Tetapi, asuransi yang kami kelola itu sudah berkembang menjadi Rp 7 triliun. Perkembangannya hampir 300 persen. Apabila di 2020 bisa naik menjadi 100 persen, maka akan mengungguli ekonominya Singapura dan bisa masuk menjadi yang terbesar ke-4 di dunia,” jelasnya sambil menyebut prediksi itu dilakukan oleh para ekonom di Indonesia.

Dengan melihat pesatnya perkembangan asuransi syariah, maka keuangan dan perekonomian syariah ke depan sangat menjanjikan. “Kalau mau ikut asuransi, lihat perusahaannya sehat atau tidak. Ketahui jenis dan manfaatnya. Catat polis dan berlakunya asuransi. Tapi, tetap harus bayar premi,” tegasnya. Masykur kemudian berpesan. “Ada kunci sukses. Integritas, komitmen, dan leadership,” tegasnya.

Wakil Dekan I FEBI Dr Abdul Rokhim MEI mengatakan, seminar sehari yang dihadiri ratusan mahasiswa yang mayoritas dari FEBI IAIN Jember, berjalan menarik. “Seminar ini dimaksudkan untuk menambah wawasan mahasiswa. Karena mahasiswa banyak bersinggungan baik dengan bank maupun nonbank. Punya peran signifikan dalam ekonomi syariah di Indonesia,” tuturnya.

Sementara itu, Rektor IAIN Jember Prof Dr Babun Suharto SE MM banyak menyampaikan internal akademisi di kampusnya, IAIN. “Ke depan kami berharap kampus ini bisa menjadi UIN (universitas Islam negeri, Red). Insyaallah, tak lama lagi,” ujar Babun, optimsitis. Seminar kemarin juga dihadiri Dekan FEBI Dr H Moch. Chotib Sag MM, yang sekaligus menjadi salah satu narasumber. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Shodiq Syarief