Polres Bakal Datangkan Tim Lapfor Polda Jatim

Kondektur Selamatkan Penumpang Bus

50
DIPASANG GARIS POLISI: SPBU Mangli di Jalan Brawijaya hanya tinggal kerangkanya setelah terbakar. Kini SPBU Mangli dipasangi garis polisi agar tidak ada orang yang masuk ke lokasi.

RADAR JEMBER.ID – Nasib tragis Iswanto, sopir bus patas Jember Indah P 7104 UQ, di SPBU Mangli awalnya tidak diketahui Arief Indra Sugiono, 47, kondektur bus. Arief mengaku melihat Iswanto berusaha menjauhkan bus dari dispenser SPBU yang mulai terbakar.

“Saya juga sempat meminta kepada Iswanto (sopir) untuk turun dari bus karena ada percikan api yang merembet ke badan bus,” kata Arief Indra Sugiono, kondektur bus patas Jember Indah.

Bahkan, Arief menyampaikan kata-kata terakhir yang diucapkan untuk Iswanto yang masih berusaha menyelamatkan busnya. “Ayo Is, metuo soko bis. Wis jarno gak usah diundurno maneh, soale wis onok geni. (Ayo Is, keluar dari bus, sudah biar gak usah di mundurkan, lagi soalnya ada api),” ujar Arief kepada wartawan.

Warga Jalan Lumba-Lumba, Lingkungan Mrapa RT 002/RW 001, Kelurahan Sempusari, Kecamatan Kaliwates itu memang menjadi saksi hidup terbakarnya bus bersama Iswanto. Menurut dia, bus baru keluar dari terminal Tawang Alun (Rambipuji) untuk kembali ke garasi di Jalan Imam Bonjol, Tegalbesar.

Di dalam bus masih tersisa dua orang penumpang yang minta turun di simpang empat Mangli, karena mau melanjutkan ke Banyuwangi. “Bus masuk lewat pintu sisi barat dengan kecepatan tinggi,” ujar Arief. Kebetulan kondisi SPBU Selasa malam dalam kondisi sepi pelanggan yang mengisi bahan bakar.

Pada saat mendekat dispenser (pompa bensin), sopir kurang memperhatikan kondisi di dalam bus. “Memang hampir setiap masuk ke SPBU untuk mengisi bahan bakar solar selalu keras,” ujarnya.

Saat mendekati dispenser yang berada paling timur, bagian depan bus menabrak besi pengaman dan dispenser. Kerasnya benturan menyebabkan bagian gelas dan selang untuk mengisi bahan bakar ke tangki langsung lepas dan BBM solar langsung menyembur.

Bahkan, solar yang keluar dari selang yang sudah lepas hingga masuk ke dalam bus yang kaca depannya sudah pecah. Lepasnya selang itu juga di ikuti percikan karena terjadi korsleting listrik. “Saya yang posisi berdiri di samping sopir (pintu sebelah kiri) depan hingga membentur kaca yang sudah pecah,” ujarnya.

Dia juga sempat meminta kepada Iswanto (sopir) untuk turun dari bus karena ada percikan api yang merembet ke badan bus. “Saat itu juga saya langsung menarik dua orang penumpang yang duduk di jok belakang ke luar dari bus. Saya merasa berdosa karena tidak bisa menyelamatkan Iswanto (sopir) yang terjebak di kursi kemudi,” ujar Arief lagi.

Setelah berhasil keluar dari bus bersama dua orang penumpang laki-laki, dia menyeberang jalan. Sambil duduk dia melihat langsung saat api membakar bus yang di dalamnya masih ada Iswanto (sopir). Api terus membesar dan membakar bus. Lantas Areif langsung pulang berjalan kaki ke rumahnya di Jalan Lumba-Lumba.  “Saya tidak ada niatan untuk melarikan diri ke rumah, karena saya melihat langsung ketika Iswanto sendirian di dalam bus yang terbakar,” ujarnya. Arief baru sadar setelah dijemput anggota Polsek Kaliwates.

Yus Faturrohman, 34, karyawan SPBU saat ada bus masuk ke SPBU langsung mendekat. Tetapi setelah menabrak bagian pengaman dispenser, tiba-tiba bahan bakar solar keluar dari pompa karena tertabrak bus. Dia langsung berlari karena solar terus keluar dari pompa dan diikuti percikan api lantas menyambar bus.

Sementara itu, Polres Jember bakal mendatangkan Tim Labfor Polda Jatim untuk mengungkap kasus kebakaran SPBU. Polres sudah berkoordinasi dengan Tim Labfor Polda Jatim untuk mengetahui penyebab terjadinya kebakaran. Namun, waktunya masih belum ditentukan. “Apakah Rabu sore atau Kamis pagi,” kata Kapolres Jember AKPB Kusworo Wibowo.

Menurut dia, pasca terjadinya kebakaran SPBU, Polres Jember melakukan pengamanan tempat kejadian perkara (TKP), terutama ketika  kebakaran berlangsung. SPBU Mangli juga diberi garis polisi (police line). (*)

 

 

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Narto