Iswanto Tulang Punggung Keluarga

185
DIKENAL PEKERJA KERAS: Dedi (kanan), teman Alm Iswanto mengisahkan sosok Iswanto semass hidup

RADARJEMBER.ID – Meninggalnya Iswanto, 37, sopir bus Patas Jember Indah, warga Desa Patemon, Kecamatan Pakusari saat bus yang disopiri menabrak mesin dispenSer di SPBU Mangli, Kelurahan Mangli, Kaliwates pada Selasa malam menyisakan duka mendalam. Pasalnya Iswanto merupakan tulang punggung bagi keluarganya. Iswanto meninggalkan istri, satu anak dan ibunya yang sudah tua.

Iswanto keluarga besarnya memang banyak yang menjadi sopir. Ayah korban ini juga seorang sopir truk gandeng. Tetapi ayah korban sudah meninggal dunia.

“Sehingga hanya tinggal ibunya saja yang tinggal di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru. Sebelum bekerja menjadi sopir bus Patas Jember Indah, Iswanto juga menjadi bus jurusan Jember – Situbondo,” ujar Deni, 35, teman korban asal Sumberbaru yang menjadi sopir truk material.

Sebelum meninggal, korban siang harinya masih ada komunikasi. “Saat itu korban masih berangkat ke Surabaya sempat menelepon kalau ada bus yang ada di belakang tolong hubungi ya,” ujar teman korban.

Korban ini memang sering meminta tolong kalau ada bus patas di belakangnya yang juga sama-sama berangkat dari terminal. “Tetapi pada Selasa malam, Dedi sudah mendapat info kalau Iswanto meninggal dengan posisi di dalam bus yang terbakar,” ujar Dedi saat melihat bangkai bus bersama keluarganya.

Korban ini, kata dia, kerjanya tepat waktu. Kalau sudah di kantor sering ngobrol sesama sopir dan kernet bus di garasi bus PO Jember Indah di Jalan Imam Bonjol, Tegalbesar, Kaliwates.(*).

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Winardi Nawa Putra