Dam Gambiran yang Bocor

Dipasangi Penahan Sementara

“Dengan dikelola bersama dan sepadan dengan yang dinikmati, masyarakat kita bisa bersosialisasi pentingnya sungai bersih, tidak buang sampah di sungai. Kita harus bisa menjaga bersama masyarakat.” Bupati Lumajang Thoriqul Haq

15
PENAHAN SEMENTARA: Gronjong batu yang bocor akibat terjangan air Kali Asem kemarin sudah dipasangi penahan terpal. Bupati Thoriq kemarin mengecek langkah darurat itu bersama OPD terkait.

 LUMAJANG RADAR JEMBER.ID – Penanggulangan darurat terhadap tangkis Dam Gambiran yang bocor dilakukan dengan pemasangan penahan sementara, kemarin. Bahkan, akan dipertebal dengan pemasangan glangsing. Pemasangan hampir selesai saat Bupati Thoriq datang mengecek lokasi.

Pantauan Jawa Pos Radar Semeru, sekitar pukul 10.00 kemarin sudah terpasang penahan. Ratusan sak glangsing dipasang untuk menambal kebocoran. Termasuk memasang terpal pada tangkis yang bocor, juga pada dam. Serta menurunkan puluhan pekerja dan alat berat.

Joko Wahyuono, Kepala Seksi Persungaian PSDA Jatim mendampingi bupati saat sidak mengakui jebolnya tangkis karena ada rembesan. “Ini nggak jebol. Ini dulu ada penanganan darurat, terus ada rembesan. Karena ada rembesan, kami mengatasinya dengan bio bag supaya tidak merembes,” katanya.

Harapannya, tangkis tersebut tidak bocor lagi. Semua ini, kata dia, sudah ada perhitungan. Diperkirakan Dam Gambiran yang masuk kawasan Boreng ini bisa kuat. “Langkah kami memang mengamankan ini dulu, terus nanti kami pakai penanganan darurat, sumbu bag setidaknya meminimalisasi. Kemarin, kurang lebih anggaran 2017 habis Rp 8,2 miliar. Tapi bukan di satu titik. Ada di Kuwung dan Boreng,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang yang datang melihat seluruh kawasan lokasi dam sempat geleng-geleng. Sebab, jika dibiarkan akan berbahaya. “Ini kami ingin segera diatasi dulu kebencanaan daruratnya. Kasihan masyarakat yang punya sawah. Ini selesaikan dulu,” katanya.

Orang nomor satu di Lumajang ini menegaskan akan terus bersinergi dengan provinsi untuk penataan menyeluruh Kaliasem. Sebab, di wilayah perkotaan yang pengelolaan dilakukan bersama. “Kita tidak bisa memprediksi hujan, harapan kami konstruksinya lebih kuat pada pemprov yang melakukan evaluasi konstruksi. Kaliasem harus dipertimbangkan betul kekuatan konstruksinya,” jelasnya.

Sempat Bupati Thoriq mengurai taman tepian sungai, untuk dikelola bersama masyarakat. Di tepian tidak hanya sebagai sungai. Tapi dikelola jadi pariwisata lokal tempat ruang terbuka untuk masyarakat yang ada tempat bermainnya.

Tetapi tidak meninggalkan fungsinya bahwa sebagai penahan, supaya arus tidak semakin besar dan meluap.

Kendati begitu, adanya sampah yang menumpuk harus diantisipasi. “Dengan dikelola bersama dan sepadan dengan yang dinikmati, masyarakat kita bisa bersosialisasi pentingnya sungai bersih, tidak buang sampah di sungai. Kita harus bisa menjaga bersama masyarakat,” pungkasnya. (*)

 

Reporter : Hafid Asnan

Fotografer : Hafid Asnan

Editor : MS Rasyid