Polije Songsong Program SDGs, Selenggarakan Expo, Seminar, serta Lomba IT dan Technopreneur

21
Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Muh. Munih Dian Widianta SKom MT di dampingi Kajur TI ketika mengunjungi salah startup karya mahasiswa Polije di acara EPIM.

RADAR JEMBER.ID – Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan Polije (Politeknik Jember)  Muh. Munih Dian Widianta SKom MT mengatakan, teknologi informasi berperan besar untuk mewujudkan tujuan mulia sebagaimana tertuang dalam program SGDs (Substainable Development Goals/program pembangunan berkelanjutan). Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sendiri, kata dia, telah bersepakat bersama-sama 194 negara, termasuk Indonesia mempunyai agenda SDGs tersebut. Bahkan, Presiden Joko Widodo, lanjut dia, telah mengeluarkan Perpres Nomor 59 Tahun 2017 tentang pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut.

Hal itu disampaikan Munih ketika membuka Expo IT dan Lomba IT serta Technopreneur di GOR Perjuangan 45, Jumat lalu. Menurut dia, Sebagian tujuan pelaksanaan SDGs 2030 adalah mendukung pertumbuhan  ekonomi  yang inklusif,  berkelanjutan, serta memastikan  proses pendidikan yang berkualitas. “Di era teknologi, Revolusi Industri 4.0 serta sedang marak berkembangnya ekonomi digital, dibutuhkan infrastruktur dan keterampilan memanfaatkan untuk mencapai tujuan SGDs tersebut,” jelasnya.

Menurut dia, kehadiran dan kemajuan teknologi informasi saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menyiapkan generasi bangsa, khususnya di kalangan pelajar. Hal ini untuk meningkatkan kualitas SDM yang kompeten dan berdaya saing, sehingga perkembangan teknologi informasi harus berdampak, bermanfaat, dan dapat dimanfaatkan dalam mewujudkan Indonesia menjadi negara dengan sumber daya manusia yang lebih baik.

Pada kesempatan tersebut juga ditampilkan stan untuk start up atau para perusahaan IT yang ada di Indonesia, seperti Inagata, Biznet, Dafidea, dan Technocraft. Expo karya mahasiswa Jurusan TI, kata dia, merupakan sebagian karya cipta baik dalam bentuk aplikasi, teknologi terapan yang mampu membantu pengembangan pada aspek pertanian, perdagangan, olahraga, UMKM, dan lainnya.

Ketua Panitia Expo, Muhammad Isbi Romadhoni menambahkan, dengan kehadiran 4 perusahaan start up tersebut, pengunjung dapat berkomunikasi atau berkonsultasi secara langsung kepada para perusahaan industri yang telah terjun di dunia teknologi. “Pengenalan start up kepada masyarakat umum, pelajar, dan stakkeholder bahwa saat ini perkembangan teknologi semakin ketat dan telah berkembang pesat, sehingga diperlukan adanya keterlibatan berbagai pihak,” tandasnya.

Selain kegiatan expo, forum itu juga diisi dengan seminar nasional bertema Build a Great Indonesia with Technology for Substainable Development Goals 2030 yang menghadirkan dua  narasumber utama, yakni Lis Sutjiati, staf khusus Menkominfo bidang Ekonomi Digital dan Alamanda Shantika Santoso, Founder & President Director of Binar Academy. Mereka memaparkan keberpihakan pemerintah dengan berbagai program yang mengarahkan pada pengembangan ekonomi digital, termasuk di dalamnya terciptanya start up baru. “Perkembangan ekonomi digital sudah semakin masif, SDM Indonesia mampu bersaing khususnya di Asia Tenggara serta karyanya mulai merambah dunia,” tuturnya. (*)

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti

Fotografer : Lintang Anis Bena Kinanti

Editor : Shodiq Syarief