Inilah Pengakuan Saksi Mata Kondektur Selamatkan Nyawa Dua Penumpang Bus yang Terbakar

2398
SAKSI HIDUP: Arief Indra Sugiono, 47, kondektur Bus Patas Jember Indah asal Jalan Lumba Lumba RT 002/RW 001, Lingkungan Mrapa, Kelurahan Sempusari, Kaliwates saat dimintai keterangan penyidik Polsek pascs kebakaran bus dsn SPBU Mangli.

RADSRJEMBER.ID – Arief Indra Sugiono, 47, warga Jalan Lumba Lumba , Lingkungan Mrapa RT 002/RW 001, Kelurahan Sempusari, Kaliwates kondektur Bus Patas Jember Indah Nopol P 7104 UQ menjadi saksi kunci. Sebelum Bus itu terbakar, bus baru keluar dari terminal Tawang Alun (Rambipuji) untuk kembali ke garasi di Jalan Imam Bonjol, KelurahanTegalbesar, Jember

Sebelum kejadian, dalam bus masih ada 2 orang penumpang yang minta turun di simpang empat Mangli karena mau melanjutkan ke Banyuwangi. “Bus yang saya dikondeturi tersebut masuk di pintu sisi barat dengan kecepatan tinggi,”, ujarnya.

Kebetulan kondisi SPBU Selasa malam lenggang. Kondisi sepi pelanggan yang mengisi bahan bahar.
Nah, saat mengendarai dengan kecepatan cukup tinggi inilah saat mendekati dispenser (pompa bensin), sopir kurang memperhatikan kondisi bus.

“Saat mendekati dispenser yang ada di paling timur sendiri, bagain depan bus menabrak besi pengaman dan dispenzer. Kerasnya benturan, bagian gelas dan selang untuk mengisi bahan bakar ke tangki langsung lepas dan BBM solar langsung muncrat, paparnya. Bahkan, solar yang keluar dari selang yang sudah lepas hingga masuk ke dalam bus yang kaca depannya sudah pecah.

Lepasnya selang itu juga diikuti dengan percikan karena terjadi korslet. “Saya yang posisi berdiri di samping pintu depan hingga membentur kaca yang sudah pecah,”  ujar kondektur.

Dikatakan, dirinya uga sempat meminta kepada Iswanto (sopir) untuk turun dari bus karena ada pencipakan api yang merembet ke badan bus. “Ayo Is metuo soko bus, wis jarno gak usah diundurno maneh (Ayo Is keluar dari Bus, Bus sudah tidak perlu diundurkan lagi),” ujarnya.

Tidak hanya itu, dirinya juga harus menyelamatkan dua penumpang agar selamat. “Saat itu juga saya langsung menarik dua orang penumpang yang duduk di jok belakang untuk segera keluar,” ujarnya.

Kendati berhasil menyelamatkan 2 penumpang, dia merasa berdosa karena  sopir tifak selamat. “Saya merasa berdosa karena tidak bisa menyelamatkan Iswanto (sopir) yang terjebak di jok kemudi”, ujar warga jalan Lumba-Lumba ini.

Setelah berhasil keluar dari bus bersama dua orang penumpang laki laki, kondektur langsung menyeberang jalan di depan pusat oleh-oleh Mitra Tani 27. Sambil duduk dan melihat langsung saat api membakar bus yang baru pulang dari Surabaya. Setelah api terus membesar dan membakar Bus, Arief langsung pulang ke rumahnya dengan jalan kaki di Jalan Lumba-Lumba. (*).

Reporter : Jumai

Fotografer : Jumai

Editor : Winardi Nawa Putra