Cetak Generasi Qurani, Wadahi Pelajar Mendalami Tafsir Alquran, Santri MA Unggulan Nuris Raih Juara Tiga Lomba Fahmil Quran

14
JAGO ALQURAN: Tiga siswi MA Unggulan Nuris yang meraih juara dua Musabaqoh Fahmil Quran tingkat Jawa Timur.

RADAR JEMBER.ID – Tiga Siswi MA Unggulan Nuris kembali meraih prestasi tingkat Jawa Timur di IAIN Jember. Di madrasah ini, pengembangan Alquran dilakukan secara intensif. Tak heran, para santrinya kerap meraih juara dalam berbagai lomba di bidang Alquran.

 Tiga siswi MA Unggulan Nuris kembali mengharumkan nama pondok pesantrennya. Mereka berhasil meraih prestasi juara tiga dalam Musabaqah Fahmil Quran (MFQ) tingkat Jawa Timur di ajang Ma’rifah IAIN Jember pertengahan Oktober 2018 lalu. Mereka adalah Lailatul Fajriyah, Elfi Maziyah dan Aushofi ZF.

Prestasi itu bukan yang pertama. Sebelumnya, mereka juga pernah meraih juara. Mereka merupakan santri yang mahir dan jago di bidang Alquran. Sebab, selalu berhasil dalam lomba  fahmil quran, syarhil quran, hidzil quran, tartil quran, hingga tilawatil quran.

Juara itu didapatkan karena Ponpes Nuris memiliki komitmen yang kuat untuk mengembangkan ilmu Alquran. Para santri diberi wadah agar bisa mendalami Alquran. Mulai dari tahfidz, tartil, syarhil, hingga tafsir  Alquran.

“Kami mempersiapkan diri secara matang tiga minggu sebelumnya,” kata Lailatul Fajriyah. Yakni menghafal dan memahami materi. Ketika tampil, tim dari Nuris lebih percaya diri karena sudah terlatih.

Juara satu diraih oleh MA Miftahul Ulum Lumajang dan Juara tiga diraih oleh MAN 2 Jember. Pencapaian juara dua oleh tim Nuris menjadi bukti bahwa Alquran dikembangkan secara serius di madrasah ini.

Di MA Unggulan Nuris, para pelajarnya diberi wadah untuk mengembangkan bakat. Tak hanya di bidang keagamaan, namun juga sains. Keberhasilan itu dicapai karena manajemen pembinaan ekstrakurikuler nonsains yang berkualitas. “Para pelajar diarahkan dengan baik agar bakatnya berkembang,” tambah Ning Balqis Alhumairo, Kepala MA Unggulan Nuris.

Menurut dia, MA Unggulan Nuris memberikan wadah santri mendalami ilmu Alquran. Ada yang menghafal hingga mendalami ilmu tafsirnya. Hal itu sebagai bekal untuk menjadi ulama masa depan. Bahkan, beberapa lulusannya sudah melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama. Seperti di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. “Tahun ini ada empat alumni Nuris yang lolos beasiswa kuliah ke Mesir,” tambahnya.

MA Unggulan Nuris memang menyiapkan generasi yang memiliki keinginan untuk kuliah di luar negeri. Madrasah sudah membangun jaringan dengan perguruan tinggi di luar negeri, seperti Mesir.

Dalam mendidik santrinya agar memiliki kemampuan yang luar biasa, MA Unggulan Nuris mendatangkan syekh langsung dari Mesir. Mereka dilatih langsung untuk belajar bahasa Arab, belajar tafsir Alquran, dan  menghafalkannya.

Kurikulum yang diterapkan di MA Unggulan Nuris merupakan perpaduan antara kurikulum yang dipakai di Universitas Al-azhar Mesir dan Kemenag RI. Tak heran, para siswanya langsung siap untuk melanjutkan di kampus luar negeri.

MA unggulan Nuris tak ingin santrinya hanya berhenti pada keilmuan pesantren pada umumnya. Seperti hanya memahami ilmu fikih, nahwu, dan akhlak. “Namun kami ingin memberikan nilai lebih dengan memahami Alquran,” tambah pengasuh Ponpes Nuris Gus Robith Qosidi.

Nuris ingin agar santrinya mendalami khazanah Islam yang lebih luas. Semua itu didapatkan dengan memahami Alquran. Ilmu fikih dan akhlak induknya ada pada Alquran dan hadis. “Fikih dan akhlak produk dan cabang dari Alquran,” tutur alumni Universitas Al-azhar Mesir tersebut.

Untuk itulah, Ponpes Nuris memiliki komitmen agar santrinya bisa mendalami Alquran. Sebab, mereka merupakan generasi ulama masa depan. Salah satu upaya yang diberikan adalah dengan menyediakan sarana, yakni melalui program keagamaan. “Kami juga menyediakan kegiatan ekstrakurikuler, perpustakaan, dan dalam waktu dekat akan ada rumah tahfiz,” paparnya.

Kemudian, Ponpes Nuris juga menyediakan Madrasah Huffadz Alquran yang sudah berhasil menjadi wadah bagi santri untuk menghafal Alquran. Sampai sekarang, sudah ada 159 santri yang menghafal. Satu orang sudah mampu menghafal 17 juz. Lalu, 3 santri sudah menghafal 16 juz, satu santri menghafal 15 juz, dan lainnya.

Semua itu dilakukan untuk mempersiapkan santri menjadi calon pemimpin yang memiliki jiwa qurani. Mereka diberi bekal dengan fondasi yang kuat. Memahami kandungan ayat Alquran yang merupakan referensi utama ilmu keagamaan. (kl/c2/aro/ras)

Reporter : Bagus Supriadi

Fotografer : Bagus Supriadi

Editor : MS Rasyid