Butuh Skill untuk Kemudikan Traktor

18
SERIUS: Mahasiswi Politeknik Negeri Jember mengemudikan traktor untuk menarik trailer di halaman kampus.

RADAR JEMBER.ID – Pandai mengemudikan mobil belum tentu bisa mengemudikan traktor. Dibutuhkan keterampilan khusus sebagai tambahan agar dapat membawa alat berat seorang diri. Tak hanya itu, keberanian dan kemauan tinggi juga harus tertanam dalam hati agar benar-benar bisa menjadi pengemudi traktor.

Hal itu yang dipraktikkan belasan mahasiswa jurusan Produksi Pertanian, di halaman Kampus Politeknik Negeri Jember, Jalan Mastrip, Kecamatan Sumbersari. Satu per satu dari mahasiswa semeter lima itu bergantian mengemudikan traktor dengan didampingi pembimbing lapangan.

Menurut Ahmad Fanani, pembimbing mahasiswa, belajar mengemudikan traktor tantangannya lebih besar untuk kaum hawa dibanding laki-laki. Sebab, pada saat melakukan kopling dan rem traktor, tekanannya lebih berat, sehingga membutuhkan tenaga lebih.

Dengan besarnya tekanan yang dibutuhkan, maka mahasiswi yang baru belajar tak sedikit yang berdiri saat menginjak rem. “Kopling dan remnya lebih berat daripada mobil. Makanya, saat belajar pertama harus didampingi dan pendamping ikut naik,” jelas Ahmad Fanani.

Praktik Prodi Produksi Tanaman Perkebunan, Jurusan Pertanian tersebut, menurutnya tidak hanya sekadar belajar mengemudi. Akan tetapi, mahasiswa juga diberi pemahaman terkait implementasi traktor. Tentang jenis-jenis mesin serta kegunaannya.

“Proses agar bisa mengemudi awalnya hanya menyetir biasa. Kemudian, ada rintangan seperti zig zag. Kemudian, sekarang ini menyambung traktor dengan trailer yang akan dibawa. Ada alat pembajak atau alat pengangkut barang,” jelas Fanani, sambil memperhatikan mahasiswa yang mengemudikan traktor.

Lebih jauh Fanani menjelaskan, mahasiswa pertanian saat ini tidak boleh ketinggalan zaman. Di masa modern ini, menurutnya banyak alat-alat pertanian yang terus diproduksi untuk mempercepat pekerjaan dalam bidang pertanian. Bukan hanya alat pembajak tanah, namun alat pemotong kayu, pengangkut barang pertanian, serta alat tanam sudah bermacam-macam. “Banyak terobosan baru dalam dunia pertanian, mahasiswa juga harus mengikuti perkembangannya,” jelasnya.

Menurut Deanita, salah seorang mahasiswi yang praktik, mengemudikan traktor memiliki tantangan tersendiri. Selain kendaraannya besar, juga dibutuhkan kekuatan fisik agar dapat menguasai kemudi, kopling, gas, dan rem pada traktor. “Yang jelas ini menambah pengetahuan. Tombol pada traktor lebih banyak daripada mobil. Jadi, teorinya harus hafal, baru bisa praktik,” ungkapnya. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Nur Hariri

Editor : Shodiq Syarief