Kopdar Baik Fokus Kurangi Stunting

Diadakan GNFI dan Kemenkominfo

16
BAHAS STUNTING: Adhitya Putri Soeprapto, artis instagram dari Jakarta saat menjadi pembicara dalam pertemuan #KOPDARBAIK. Yakni Kopi Darat Bahas 1000 Hari Terbaik.

RADARJEMBER.ID – Permasalahan stunting di Bondowoso masih sangat memprihatinkan. Data Dinkes Bondowoso menunjukkan, sudah ada 400 lebih kasus stunting yang ditemukan. Separuh lebih malah sudah meninggal. Bahkan, rating Bondowoso berada pada peringkat tiga terbanyak kasus stunting di Jawa Timur. Karenanya stunting menjadi isu strategis nasional. Good News From Indonesia (GNFI) bekerja sama dengan Kementerian Kominfo RI mengadakan Kopi Darat Bahas 1000 Hari Terbaik (Kopdar Baik) untuk kampanye penekanan stunting.

Kopdar Baik ini diselenggarakan Sabtu (3/11) di Cafe Orilla, Bondowoso. Pesertanya adalah berbagai komunitas masyarakat di Bondowoso. Seperti PKK, Laskar Pelangi, Forum Anak Bondowoso, Kacong Jebbing dan berbagai komunitas lainnya. Mereka mendalami edukasi seribu hari terbaik kehidupan bersama berbagai tokoh.

Seperti Adhitya Putri Soeprapto artis instagram dari Jakarta, Prof Dr Merryana Adriani SKM MKes, Ahli Gizi UNAIR, CEO GNFI Wahyu Aji dan lain sebagainya. Bahkan Istri Bupati Bondowoso Hj Siti Maimunah Salwa Arifin dan istri wakil bupati Evy Susilawati ikut nimbrung dalam forum tersebut. CEO GNFI Wahyu Aji mengatakan, Bondowoso merupakan salah satu dari dua kabupaten di Jawa Timur yang ditempati Kopdar Baik. Sebelumnya sudah terlaksana program Kopdar Baik di Sumenep, Madura.

Program ini diakuinya sangat berguna bagi Bondowoso yang notabene-nya, menjadi kabupaten dengan kasus stunting yang tinggi. “Kami berharap, para pemuda turut berperan aktif untuk menekan angka stunting,” jelasnya. Apalagi, pada 2030 diprediksi Indonesia akan mengalami puncak bonus demografi. Kondisi di mana populasi produktif lebih banyak dari usia nonproduktif.

Tentunya masyarakat usia produktif ini harus dipersiapkan. “Salah satunya melakukan penekanan angka stunting,” terangnya. Artis instagram Adhitya Putri Soprapto yang turut menjadi pemateri menekankan bagaimana menyiapkan generasi emas sejak dini. Yakni sejak seribu hari kehidupan. Artis dengan nama instagram Adhitya Putri ini mengajak para perempuan dan laki-laki untuk paham tentang 1.000 hari terbaik kehidupan.

“Ini adalah fase yang sangat penting, tidak hanya perempuan saja yang harus paham, namun juga kaum laki-lakinya,” jelasnya. Dijelaskan, seribu hari pertama kehidupan dimulai saat istri diketahui hamil. Ketika hamil itulah, sudah terhitung fase seribu hari kehidupan.

Karenanya seorang perempuan yang menjadi ibu maupun seorang laki-laki yang menjadi suami, harus benar-benar memperhatikan nutrisi ibu hamil. “Khusus kaum perempuan, harus mencari suami yang minimal peduli dan tahu tentang seribu hari pertama kehidupan,” jelas orang asal Jakarta tersebut. Seorang yang hamil, harus mengonsumsi makanan yang bernutrisi. Misalnya protein nabati dan protein hewani.

Selain makanan, harus bersikap lemah-lembut. Karena sikap berpengaruh kepada janin yang ada dalam kandungan. “Berbicara sehat, tidak harus mahal, di tukang sayur pun ada jika mencari. Dan berbicara kasih sayang, harus dimulai sejak bayi dalam kandungan,” jelasnya. Pihaknya mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk paham tentang asupan seribu hari terbaik kehidupan. Tujuannya para perempuan bisa melahirkan generasi-generasi emas. Ketika paham, maka tidak akan ada yang mengalami stunting.

Sementara, Ketua PKK Kabupaten Siti Maimunah Salwa Arifin ditemani Wakil Ketua PKK Kabupaten Evy Susilawati Irwan Bachtiar sama-sama memberi inspirasi kepada para peserta untuk peduli stunting. “Kami berharap anak muda menjadi pelopor yang paham stunting, sehingga bisa melakukan sosialisasi untuk mencegah, minimal pada dirinya dan keluarganya,” ujar Wakil Ketua PKK Kabupaten Evy Susilawati.

Reporter : Solikhul Huda

Fotografer : Solikhul Huda

Editor : Rangga Mahardhika