Diminta Kolaborasi dengan Swasta, Wabup Sebut Pengangguran Tetap Jadi PR

39
wabup jember di acara bursa kerja

RADAR JEMBER.ID – Tingginya angka pengangguran di Kabupaten Jember juga dialami sejumlah kabupaten/kota lain. Karenanya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertrans) Provinsi Jawa Timur Dr Himawan EB SH MH meminta agar Pemkab Jember terus berkolaborasi dengan pihak swasta.

Hal itu disampaikan Himawan saat memberi sambutan dalam acara Job Market Fair (JMF) yang digelar di halaman Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja Disnakertrans Jatim di Jember (UPT BLK Jember), kemarin (5/11). “Job Market Fair ini bagian dari wujud komitmen dan sinergi Pemkab Jember dengan pemerintah provinsi. Tugas pemkab menjaga komunikasi, bersinergi, dan kolaborasi dengan swasta,” katanya.

Dia menjelaskan, pemerintah harus baik-baik dengan pihak atau perusahaan swasta, karena uang pemerintah yang berputar selama setahun kalah jauh dengan swasta. “Kenapa harus berkolaborasi, karena uang pemerintah hanya 9,2 persen dari perputaran ekonomi,” paparnya.

Tingginya angka pengangguran di Jatim, menurut dia tetap ada di Surabaya. Namun, itu terjadi karena jumlah penduduknya paling banyak. Jumlah pengangguran di Jatim sekitar 800 ribu orang. “Yang terpenting, memberikan pelayanan yang baik agar investasi bisa terus tumbuh. Kalau investasi tumbuh, pengangguran turun, maka produk domestik regional bruto (PDRB) bisa naik dan otomatis indeks pembangunan manusia (IPM) naik,” tegasnya.

Dengan digelarnya JMF, dia optimistis ada pelamar yang gagal atau tidak diterima kerja, tetapi mereka sudah memiliki pengalaman. “Tidak diterima tidak masalah, mereka bisa punya pengalaman dan bisa mengetahui pasar dunia kerja. Setidaknya, ke depan mereka akan terpacu untuk mencari kerja sesuai kemampuan dan keterampilannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati (Wabup) Jember Drs KH Muqit Arief membeber, pemerintahan bisa dikatakan berhasil setidaknya dengan melakukan pengentasan warganya dari pengangguran. “Pengangguran menjadi salah satu barometer dalam suatu pemerintahan. Pemerintah daerah bisa dikatakan sukses bila dapat menangani pengangguran. Karenanya, pengangguran tetap menjadi PR pemerintah,” ucapnya di aula UPT BLK Jember.

JMF diketahui menghadirkan 40 perusahaan lokal dan nasional yang ada di kabupaten sekitar. Kuota lowongan kerja yang ditawarkan ada sebanyak 3.616, melebihi rencana sebelumnya yang diperkirakan hanya 3.000 lowongan. Di antara jenis pekerjaan yaitu retail, industri, pasar modal, perhiasan, perbankan, perhotelan, telekomunikasi, garmen, serta yang lain.

Rangkaian kegiatan JMF seluruhnya dilaporkan oleh Kepala UPT BLK Jember Sutrisno kepada Kadisnakertrasn Jatim. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan seperti Kadisnakertras dari Banyuwangi, Lumajang, dan Bondowoso. Ribuan pelamar kerja juga datang dari Jember serta beberapa kabupaten sekitar. (*)

Reporter : Nur Hariri

Fotografer : Dwi Siswanto

Editor : Narto