Mengaku Kerasukan 40 Jin

Tak Sadar Menganiaya Tetangga

GARA-GARA JIN: Hendrik Hariyanto mengaku memukul korbannya lantaran dirasuki makhluk halus dan tak sadarkan diri.

RADARJEMBER.ID – Pernyataan terdakwa Hendrik Haryanto dalam acara persidangan pemeriksaan saksi (15/10) di Pengadilan Negeri Jember kelas 1A membuat para majelis hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) geleng-geleng. Di kursi pesakitan, terdakwa mengaku kerasukan jin saat memukul korban, seorang ibu yang masih tetangganya sendiri.

Di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jember, Hendrik mengaku dimasuki oleh sosok makhluk halus. Dan secara tidak sadar memukul orang.  “Dia ini (Hendrik, Red) tetangga baru di kampung. Waktu saya menyapu di halaman depan rumah saya, dia tiba-tiba datang dan kepala saya dipukul. Saya tanya masalahnya kenapa pukul saya, dia gak nyaut (tidak menjawab),” ungkap Siti Rodiyah, korban yang dipukul Hendrik saat memberikan keterangannya di hadapan majelis hakim.

Terdakwa memukul kepala Siti Rodiyah sekitar pukul 14.00 pada 20 Juli lalu di depan rumah korban, Desa Kalisat, Kecamatan Kalisat, Jember. Korban mendapat banyak pukulan dari tangan kanan dan kiri Hendri. Saat itu, Siti berteriak minta tolong kepada warga. Suami korban dan para tetangga yang mengetahuinya, langsung mengamankan Hendrik dan melaporkannya ke kepolisian. Akibat pukulan Hendrik, korban mengalami luka lebam di kepala bagian kanan, kiri, dan belakang.

“Saya waktu itu tidak sadar. Seperti kerasukan jin. Sadarnya waktu sudah di polsek,” kata terdakwa Hendrik. Hendrik dilaporkan korban ke polsek. Atas laporan itu, polisi menetapkan Hendrik sebagai tersangka. Setelah itu, Hendrik didudukkan di PN Jember untuk menjalani persidangan.

Terdakwa mengaku sering kerasukan jin. “Sejak saya nikah dulu sering kerasukan jin. Tapi saya sudah cerai dengan istri tiga tahun lalu. Sampai ibu angkat saya pernah saya pukul, ya kerasukan jin itu,” ujar Hendrik.

Sang ibu angkat, yang mulai awal persidangan sempat meneteskan air mata, membenarkan pernyataan Hendrik. “Dia memang sering memukul. Kata dokter psikolog syarafnya putus, juga sering kecelakaan,” ujar Ibunya yang duduk mendampingi Hendrik di kursi pengunjung.

Hakim Ketua, Jamuji sempat menanyakan kepada terdakwa, apakah selama ini tidak ada usaha untuk mengobati alasan kerasukan jinnya tersebut. Atas pertanyaan itu, Hendrik menjawab, “Sudah diobati dibawa ke kiai gitu, pengobatan di sana. Seperti dirukiah. Kata kiainya banyak jin yang masuk, sekitar 40 jin. Tapi tetap saja masih kerasukan,” tutur Hendrik. Atas perbuatannya, Hendrik dijerat dengan pasal 351 ayat (1) KUHP tentang penganiayaan.

Reporter & Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Editor : Narto

Reporter :

Fotografer :

Editor :