Serunya Pelantikan Ketua RT – RW di Kecamatan Kaliwates

186
Jumai/Radar Jember
SEPERTI PEJABAT: Bak pejabat pemerintah, puluhan ketua RT dan RW di Kelurahan Kaliwates dilantik resmi di Pendapa Kecamatan Kaliwates, kemarin.

Radarjember.id – Baru kali ini Ketua RT-RW dilantik resmi. Ala pejabat negara lagi. Tak heran, para ketua RT-RW di Kelurahan/Kecamatan Kaliwates yang dilantik malu-malu. Malah ada yang dorong-dorongan sesama ketua RT untuk masuk ke Pendapa Kecamatan Kaliwates. Mereka pakai setelan fulldress alias berjas.

Tidak seperti biasanya, Selasa malam kemarin (9/10) Pendapa Kantor Kecamatan Kaliwates tampak ramai bahkan cenderung heboh. Kehebohan sudah terlihat sejak di parkiran. Pasalnya, ada orang yang dorong-dorongan saat hendak masuk ke pendapa Kecamatan Kaliwates. Sementara yang lainnya, pura-pura cuek dan menunggu di pinggir jalan.

Ada yang sudah sejak awal memakai jas hitam layaknya pejabat. Ada juga yang disembunyikan dengan dipegang di tangannya. Baru setelah ada pengumuman dari pembawa acara untuk berkumpul, mereka berduyun-duyun masuk ke pendapa kecamatan. Mereka langsung merapikan pakaian fulldress alias semuanya berjas.

Yang membuat menarik, terlihat sekali wajah-wajah yang memakai jas ini banyak yang merasa tidak nyaman. Bahkan, ada yang terlihat tidak pas dengan bentuk tubuhnya sehingga ada yang terlihat kedodoran. Ada juga yang kancing jas-nya tidak bisa dikancing karena ukurannya kekecilan. Ada juga yang sepertinya jas-nya sudah lama tidak terpakai. Meskipun demikian, mereka tetap percaya diri saja memakai setelan jas itu.

Mereka layaknya seorang pejabat yang dilantik. Memang bukan main-main karena puluhan orang ini memang hendak benar-benar dilantik menjadi seorang pejabat. Mereka dilantik menjadi pejabat sosial yakni Ketua RT-RW. Dengan disaksikan Lurah Kaliwates Lutfi Alif dan Camat Kaliwates Gatot Triyono.

Yang cukup bangga kemarin yakni Selamet, ketua RT 2 RW 9 Lingkungan Condro Selatan. Dia sehari-hari menjadi petugas pembuang sampah alias pasukan kuning. Karena hendak dilantik ini, dia rela menyewa fulldress dengan setelan jas lengkap. Meskipun diakuinya awalnya tidak percaya diri. “Masak tukang buang sampah pakai jas,” ucap Selamet dilanjutkan gelak tawa ketua RT RW lainnya.

Dia lantas menyewa jas tersebut untuk menghadiri pelantikan itu. Bahkan, saat memakai dan kemudian dilantik, dia merasa benar-benar menjadi seorang pejabat. “Saya harus membuktikan bahwa saya juga bisa memakai baju seperti DPR wakil rakyat,” tuturnya. Karena menjadi seorang RT juga mendapatkan amanah dari masyarakat.

Zaenul Hadi, ketua Forum RT/RW Kelurahan/Kecamatan Kaliwates mengakui dia yang mengusulkan pelantikan dan pengambilan sumpah RT/RW menggunakan busana fulldress. “Ini untuk mewujudkan keseimbangan tugas RT/RW dengan penghormatan yang diberikan dengan melaksanakan tugas mereka melayani masyarakat,” jelasnya.

Pasalnya, biasanya setiap pergantian pejabat level pimpinan tingkat eselon di eksekutif dan legislatif selalu ada pelantikan menggunakan jas. “Kalau begitu mengapa tidak di level pemerintahan paling bawah dengan jabatan sosial (RT/RW),” jelasnya. Makanya dia merasa jika RT-RW ini butuh penghargaan lebih. Bukan hanya dengan diberikan SK dan menerima honor begitu saja.

Padahal, diakui petugas RT-RW ini adalah ujung tombak dari keberhasilan suatu pemerintahan. Karena jika ada kejadian apa pun, maka yang pertama harus bertanggung jawab adalah ketua RT-RW setempat. Selaku pejabat paling bawah di lingkungannya masing-masing. Makanya perannya cukup sentral.

Celakanya, setelah disetujui ternyata 90 persen tidak memiliki jas. “Dari 12 RW, yang memiliki jas hanya 6 RW, Untuk RT lebih parah karena dari 53 ketua RT yang memiliki jas hanya enam,” jelasnya. Akhirnya dia melihat perjuangan para RT/RW ini untuk bisa hadir dalam pelantikan itu. Di mana di grup media sosial banyak yang senang dan bersemangat menyambut pelantikan.

“Ada yang pinjam ke saudaranya. Ada juga yang menyewa di persewaan jas dan juga ke tempat rias pengantin,” jelasnya. Padahal, untuk sekali sewa dalam pelantikan ini sekitar Rp 100-150 ribu. Dengan penuh perjuangan akhirnya mereka semua bisa hadir dan dilantik langsung oleh Camat Kaliwates Gatot Triyono dan Rohaniawan yaitu Lora Zidqi Bayani yang mengambil sumpah.

Bukan sekadar memakai jas, namun susunan acara dikemas persis seperti pelantikan pejabat. Ada acara menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan SK, pelantikan dan pengambilan sumpah, penandatanganan berita acara ditutup dengan doa. Kegiatan ini mendapatkan apresiasi yang luar biasa disambut dengan tepuk tangan yang meriah.

Camat Kaliwates Gatot Triyono mengatakan beruntung karena dikabari sehari sebelumnya oleh forum Ketua RT/RW ini. “Karena jas milik saya ini mau di-laundry,” jelasnya. Pasalnya, sehari sebelumnya juga digunakan untuk menghadiri acara di Pemkab Jember yang juga ada mutasi jabatan dari para pejabat.

Oleh karena itu, Gatot menuturkan senang tidak sampai salah kostum. Tentu akan sangat menggelikan jika camat yang hendak melantik malah tidak menggunakan jas. Dalam kesempatan itu, Gatot juga memberikan selamat kepada para ketua RT/RW yang dilantik kemarin dan berharap bisa memberikan pengabdian kepada masyarakat. “Keberhasilan pemerintah juga bergantung dari pak RT/RW mengayomi masyarakat,” pungkasnya.

 

Reporter : Jumai, Rangga Mahardhika
Editor : Narto