Pak Tani Edarkan Uang Palsu

21
MUCHAMMAD AINUL BUDI / RADAR JEMBER
DIDAMPINGI: Jepar alias Pak Dayat terbukti mengedarkan uang palsu di Sumberjambe. Dia diberi hak mendapatkan pendampingan penasihat hukum selama proses hukumnya.

Radarjember.id – Jepar alias Pak Dayat, 63, warga Desa  Pringgondani, Kecamatan Sumberjambe tak menyangka kegiatan mengedarkan uang palsu mengantarkannya ke penjara. Kemarin, tersangka menjalani persidangan perdana dengan acara pembacaan dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Pak tua berusia 63 tahun yang kesehariannya bekerja sebagai petani itu tertangkap basah oleh kepolisian pada 20 Juli lalu di rumahnya, di Desa Pringgondani. Dia tertangkap basah bersama barang bukti ratusan lembar uang palsu.

Dalam dakwaan JPU, Jepar mengaku menerima titipan uang rupiah palsu 300 lembar dengan nominal Rp 50 ribu dari Kadir yang saat ini masuk daftar pencarian orang (DPO) kepolisian. Jepar bertugas mengedarkan dengan harga Rp 25 ribu per lembar, dan mendapatkan upah sebesar Rp 250 ribu per-100 lembarnya.

Pada persidangan pertama pembacaan dakwaan (9/10) di ruang sidang Kartika PN Jember, majelis hakim menunjuk penasihat hukum (PH) guna mendampingi Jepar selama persidangan.

“Pak Jepar harus didampingi penasihat hukum. Karena ancaman penjara untuk sampeyan di atas lima tahun,” ungkap Wahyu Widuri, ketua majelis hakim di persidangan kemarin.

Jepar yang tertunduk lesu dan hanya bisa pasrah duduk di depan majelis hakim. Dia menerima pendampingan penasihat hukum atas kasus yang menimpanya. “Ini sudah menjadi hak terdakwa, karena atas perbuatan yang sudah terdakwa perbuat cukup berat dan ancamannya lebih dari lima tahun. Terdakwa wajib didampingi penasihat hukum,”  jelas Widuri.

Jepar dijerat dengan Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang RI Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Dari tangan terdakwa ditemukan barang bukti sebanyak 250 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu dengan dua nomor seri yang berbeda.

Reporter : Muchammad Ainul Budi
Editor : Narto