Isman Jabat Kadispendik Paling Singkat

163
DWI SISWANTO/RADAR JEMBER
MUTASI BIASA: Masykur tanda tangani berita acara pelantikan di hadapan Bupati Jember Faida di Pendapa Wahyawibawagraha, kemarin.
JUMAI/RADAR JEMBER
Isman Sutomo

Radarjember.id – Isman Sutomo barang kali menjadi kepala dinas pendidikan (kadispendik) paling singkat di lingkungan Pemkab Jember. Kurang dari dua bulan. Kemarin, Isman dimutasi dari Kadispendik menjadi staf ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan. Dia menggantikan Masykur yang digeser menjadi kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Pemkab Jember.

Masykur, mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan, dan Hortikultura itu juga belum genap dua bulan menjadi staf ahli Bidang Pembangunan, Perekonomian, dan Keuangan. Isman dan Masykur baru dilantik 13 Agustus lalu. Selain itu, pejabat lain yang dimutasi antara lain Hadi Sasmito yang menjadi Kabid Perlindungan Masyarakat Satpol PP Pemkab Jember. Serta sejumlah pejabat lainnya.

Pejabat berperawakan ceking itu dikukuhkan sebagai kepala Bapenda oleh Bupati Jember Faida, kemarin (8/10). Dia tak sendiri, tetapi bersama tujuh pejabat lainnya. Serta 30 pegawai yang menempati posisi staf. Pelantikan itu dilaksanakan di Pendapa Wahyawibawagraha. Namun, Isman tidak hadir dalam pelantikan itu. Sama dengan waktu Isman digeser dari kepala Dishub menjadi Kadispendik Jember, Isman juga tidak hadir. Saat menjabat Kadispendik, Isman juga menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan Jember. Jabatan yang sebelumnya diemban cukup lama.

Usai mengikuti pelantikan, Jawa Pos Radar Jember mencoba mendapatkan komentar Masykur perihal pergeseran jabatan yang dialaminya. Mengingat durasi waktunya sangat singkat. Namun, pejabat berkumis itu enggan berkomentar lebih jauh. Dia memilih diam dan tak memberi pernyataan apa pun. “Jangan ya,” jawab Maskur singkat.

Sementara Bupati Faida menjelaskan, mutasi pejabat ini merupakan hal yang biasa dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sebab, selain sebagai bentuk penyegaran, juga ada evaluasi yang dilakukan, sehingga pihaknya mengambil keputusan untuk segera dilakukan pergeseran. “Setiap keputusan juga bisa dievaluasi tanpa harus menunggu hitungan bulan. Kalau seminggu perlu rotasi, ya dirotasi lagi,” jelasnya.

Tak hanya itu, Faida menerangkan, roda organisasi pemerintahan yang dinamis juga selalu menghadirkan tantangan-tantangan baru. Untuk itu, dia harus segera mengambil tindakan cepat untuk menentukan siapa pejabat yang layak menempati posisi yang penuh tantangan tersebut. “Karena setiap momentum memerlukan pejabat yang berbeda. Sekarang tantangan apa, pejabat siapa. Dan untuk kondisi hari ini ada satu pertimbangan yang memang mengharuskan dilantik ulang,” urainya.

Faida mengakui, selain dinamisasi roda organisasi, mutasi itu juga ada pertimbangan yang berdasarkan kondisi pribadi pejabat. Semisal, ada yang kesehatannya terganggu, atau ada juga yang tengah berada di akhir masa karier. “Sehingga, sebelum memasuki masa pensiun, harus diberi kesempatan kepada pejabat tersebut untuk membuat satu prestasi yang membanggakan,” tandasnya.

Reporter : Mahrus Sholih
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer:Dwi Siswanto dan Jumai

 

Reporter :

Fotografer :

Editor :