Pakai Sarung, Bupati Thoriq Sidak Kawasan Tambang Desa Jarit Temukan Portal Liar dan Truk Bodong

67
AKHMAD MUSTOFA JAMIL PROBLEM TAMBANG : Bupati Lumajang, H Thoriqul Haq MML ketika melakukan sidak di jalur lintasan angkutan tambang di kawasan Desa Jarit Kecamatan Candipuro.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Bupati Lumajang Thoriqul Haq MML dan Wabup Hj Indah Amperawati MSi terus “bergerak” selama seratus hari kerjanya. Tidak hanya instansi pemerintahan yang jadi sasaran. Rute angkutan tambang dan kawasan tambang juga didatangi Bupati Thoriqul Haq.

Saat sidak, Bupati Thoriqul Haq menemukan portal liar dan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat. Termasuk pasir yang Surat Keterngan Asal Barang (SKAB) masih diragukan.

Inspeksi mendadak (Sidak) dilakukan Bupati Thoriq bakda salat jumat kemarin. Masih menegenakan sarung, Bupati H Thoriqul Haq MML bersama tim menggeledah kawasan yang menjadi rute tambang. Khususnya di Desa Jarit Kecamatan Candipuro. Bupati Thoriq menghentikan sejumlah kendaraan truk angkutan tambang.

Di tempat ini, Cak Thoriq sapaan akrabnya menemukan adanya kendaraan angkutan yang tidak dilengkapi STKN resmi. Bahkan ada juga yang berdalih menggunakan STNK sementara yang diberlakukan beberapa kendaraan angkutan. Selain itu, juga menemukan sejumlah portal illegal yang berjajar di kawasan Desa Jarit.

Dari kejadian itu, sejumlah sopir dan pengusaha tambang sempat mengeluh. Bukan Cuma persoalan jalan yang rusak. Melainkan juga persoalan portal dan kemacetan kendaraan. Sampai-sampai sejumlah sopir dan penambang protes pada bupati kelahiran 1977 ini.

Disela-sela itu, Kades juga datang. Dialog pun tak dapat dihindari untuk mengurai problem dasar di pertambangan Lumajang. “Iki Pak kades, aku diprotes iki. Ayo yok opo iki penake. Mosok gak mari-mari masalah tambang iki,” ujar Cak Thoriq, sapaan Bupati Thoriq.

Dialog dengan tokoh masyarakat, sopir, penambang dan kades tak bisa dihindari di lokasi sidak itu. Cak Thoriq banyak berbicara bagaimana penanganan problem ini dibanding mencari siapa pihak yang salah.

Diakhir sidak, Cak Thoriq menegaskan jika  bakal segera mencari cara agar tambang tidak terus-terusan jadi persoalan. “Tapi sabar dulu ya, beberapa waktu lagi sejumlah problem akan saya selesaikan satu persatu. Kita carikan solusinya,” ujarnya.

Akibat sidak itu, sejumlah portal di kawasan menuju jalur tambang mulai berkurang. Baik di area Jarit, Gondoruso termasuk kawasan Jugosari. Termasuk kendaraan yang tidak membawa STNK dan SKAB mulai tertib.

Kabar yang didapat Jawa Pos Radar Semeru, mereka ketakutan ada sidak susulan. “Kalau diteruskan bisa kena sidak. Kalau bupati yang menyidak kuatir lebih parah,” ungkap Sugiono salah satu warga yang mengetahui sidak bupati.

Reporter : Hafid Asna
Editor : Narto