Tim Gerak Cepat RSD dr Soebandi di Sulawesi, Berhasil Operasi 23 Korban Gempa Palu

186
TRIWIRANTO FOR RADAR JEMBER VISITE KORBAN: Tim dokter dari RSD dr Soebandi Jember melakukan kunjungan kepada korban gempa dan tsunami setelah operasi.

RADARJEMBER.ID – Tim relawan medis RSD dr Soebandi Jember yang dilepas Bupati Jember dr Faida MMR beberapa hari yang lalu, langsung bekerja setelah tiba dan disambut direktur RSUD Sayang Rakyat Makasar. Tim relawan terdiri dokter spesialis bedah tulang, spesialis bedah umum, spesialis anestesi dokter umum, dan perawat-perawat mahir langsung bekerja karena banyak pasien yang membutuhkan operasi segera.

Mereka adalah dr Nanang SpOT sebagai ketua tim, dr Firah SpB, dr Adi Suparno SpAn, dan dr Triwiranto. Ditambah perawat anestesi, dua perawat IGD, dan dua perawat bedah.

Bahkan, dalam empat hari, tim medis RSD dr Soebandi Jember berhasil mengoperasi 23 pasien korban gempa dan tsunami Kota Palu, Kabupaten Donggala, dan Sigi. “Mulai 3 sampai 6 Oktober 2018 sebanyak 23 pasien dengan berbagai kasus, terbanyak kasus patah tulang, berhasil dioperasi,” kata dr Triwiranto, salah satu anggota tim relawan bencana dari RSD dr Soebandi Jember.

Menurut pria yang juga pengurus PMI Kabupaten Jember tersebut, tim medis relawan RSD dr Soebandi Jember bekerja sama dengan RSUD Sayang Rakyat Makassar. “Tim relawan RSD dr Soebandi Jember memang menangani korban gempa dan tsunami Sulawesi Tengah di RSUD Sayang Rakyat Makassar,” ungkapnya.

Tim relawan RSD dr Soebandi ikut membantu evakuasi korban bencana Palu menggunakan pesawat Hercules TNI angkatan udara untuk dibawa ke RSUD Sayang Rakyat Makassar, Sulawesi Selatan. ”Tim ikut langsung terhadap pelayanan pasien di IGD,” ungkapnya

Kemudian, memastikan kesiapan pasien rencana operasi di ruangan mulai pukul 06.00. “Mereka juga terlibat dalam pelayanan operasi mulai pukul 08.00 sampai pukul 17.00,” imbuhnya.

Setelah melakukan pemantauan kondisi pasien yang telah dilakukan operasi. Termasuk melakukan kunjungan bersama dokter bedah ortopedi, bedah umum, dokter umum, dokter anestesi, perawat OK, dan perawat ruangan mulai pukul 19.00 sampai pukul 21. 00.

Gempa bumi dengan magnitudo 7.4 SR yang disusul dengan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala, Sigi, Sulawesi Tengah, Jum’at sore, 28 September 2018 telah mengakibatkan kerusakan yang sangat parah. Ribuan bangunan rusak, ratusan rumah tenggelam, dan lebih dari seribu orang menjadi korban, baik yang meninggal atau luka-luka parah.

Korban meninggal diperkirakan sekitar 1.234 orang. Berdasarkan sumber dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, Selasa, 2 Oktober 2018.

Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah