Potensi Kerugian Negara Mencapai Puluhan Miliar, Selisih Sampai Rp 60 Ribu per Murid TK dari 20 Ribuan Murid

30
HAFID ASNAN/RAME TINGGAL LAPORAN: Sejumlah guru dan kepala TK ketika menjalani pemeriksaan di ruang inspektorat. Kini pemeriksaan sudah rampung. Tinggal laporan

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Skandal pengadaan buku TK se-Kabupaten Lumajang tidak bisa diremehkan. Sebab, ada kerugian negara yang begitu mencolok. Diperkirakan kerugiannya per murid sampai Rp 60 ribu rupiah. Jika sekabupaten terdapat puluhan ribu murid, ditaksir mencapai puluhan miliar.

Informasi ini didapat dari salah satu sumber terpercaya radarjember.id. Memang awalnya kesulitan. Sebab, pihak inspektorat masih belum buka mulut. Dari guru dan kepala sekolah TK juga sulit untuk buka-bukaan.

Namun, dengan beberapa cara yang dilakukan, akhirnya didapat informasi awal. Salah seorang guru mengaku jika harga normalnya buku yang dibeli adalah Rp 90 ribu. Namun, dengan pola pengadaan yang diatur sedemikian rupa, harganya menanjak drastis. “Dulu masih lumayan Cuma Rp 130 ribu. Sekarang ini sampai Rp 150 ribu per paket tiap murid,” terang guru TK yang berumur 45 tahun ini.

Guru yang memang mewanti-wanti agar nama dan lembaganya tidak diberitakan ini mengaku jelas setorannya. Memang ada sebagian untuk organisasi TK. Juga untuk memenuhi pembiayaan sesuai dengan petunjuk pelaksanaan (juklak).

Namun, ada juga yang di luar itu. Ada pejabat penting yang meminta satu persen tiap paket buku per murid. “Iya. Bener ini. Serius. Dia (pejabat penting, Red) meminta satu persen sendiri,” ucapnya serius sambil mewanti-wanti agar tidak menyebutkan identitasnya.

Dengan angka itu saja, guru yang sudah puluhan tahun mengelola dana bantuan ini tidak mau menutup-nutupi. Bahwa untuk kecamatan kecil saja, keuntungan dengan pola seperti itu bisa mencapai Rp 500 juta. Apalagi dengan kecamatan besar yang jumlah muridnya lebih banyak. “Bisa puluhan miliar. Saya jamin tidak kurang dari Rp 10 miliar,” terangnya.  Uang itulah adalah uang negara yang diambil dari hak murid.

Dari perkembangan kemarin, memang pemeriksaan belum berhenti. Jika sebelumnya memeriksa guru dan kasek termasuk K3TK, IGTKI dan jajaran pejabat dinas pendidikan, berikutnya giliran CV. Sampai tadi malam ada 3 CV yang diperiksa.

Sebenarnya, terkait perkara ini, sejumlah wartawan sempat mewawancarai pihak kejaksaan ketika bertemu di pendapa Lumajang saat acara sertijab bupati dan wabup. Sebab, Kejaksaan Negeri Lumajang juga termasuk dalam tim saber pungli.

Namun sayang, ketika ditemui di pendapa Lumajang, Kajari Lumajang Teuku Muzafar SH memilih menutup diri ketika puluhan  wartawan mendatanginya. “Bentar-bentar ya. Saya masih terburu-buru. Anak saya nangis,” ungkap Kajari yang dikabarkan bakal berpindah tugas ini.

Dalam perkembangan skandal ini pula, Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati juga belum memberikan perkembangan yang signifikan. Terkait dengan kerugian negara menurut dia juga belum sampai kesana. “Nanti saja lah, kalau sudah seratus persen pemeriksaannya baru kita sampaikan ke publik. Sekarang biarkan auditor bekerja dengan baik,” pungkasnya. 

Reporter & Fotografer: Hafid Asnan
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :