Cara Cerdas Tingkatkan Kualitas ASI

18
PKM FOR RADAR JEMBER PROGRAM KEMITRAAN: Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember menggelar kegiatan terkait peningkatan kualitas ASI, di Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan.

RADARJEMBER.ID – Air susu ibu (ASI) merupakan makanan utama bagi bayi, terutama saat berusia 0-6 bulan. Kondisi ini menjadi sangat penting bahwa ibu menyusui harus memiliki kualitas ASI yang baik. Sebab, makanan bayi tersebut sangat tergantung dari makanan ibu yang membentuk kualitas ASI. Bila kualitas ASI baik, maka sangat mungkin ibu memberikan ASI secara eksklusif, yaitu bayi hanya diberi ASI saja sampai usia 6 bulan.

Namun, kondisi pemberian ASI eksklusif ini kadang masih mengalami kendala, karena kualitas ASI yang tidak mendukung untuk dapat dipertahankan sampai batas waktu 6 bulan. Selain itu, ibu menyusui kadang masih belum memiliki pemahaman yang optimal dalam mengelola ASI dan meningkatkan kualitas ASI, yang salah satunya dengan penunjang berupa nutrisi yang memadai dan syarat akan gizi. Maka, perlu upaya peningkatan kualitas ASI dengan cara meningkatkan persepsi bagi ibu menyusui terkait hal-hal yang menunjang kualitas ASI.

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Jember, telah menggelar kegiatan yang terkait peningkatan kualitas ASI tersebut. Acara yang berjudul  “PKM Kelompok Ibu Menyusui dalam Peningkatan Keterampilan Olah Pangan sebagai Penunjang Kualitas ASI” itu, mendapat bantuan dana dari Direktorat Riset dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.

Menurut ketua pelaksananya, Diyan Indriyani Diyan Indriyani SKp MKep Sp Mat, program acara tersebut merupakan kelompok ibu menyusui yang tinggal di wilayah Dusun Purwojati dan Dusun Dukuh, Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan, Jember. Tujuan utamanya adalah melakukan penyuluhan tentang manajemen laktasi, penyuluhan tentang manajemen nutrisi masa laktasi, serta pelatihan keterampilan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI. Selain itu, kata dia, pihaknya juga melakukan pelatihan mitra menjadi edukator sebaya, dan  pelatihan mitra menjadi pendamping dalam edukator sebaya.

Selanjutnya, kata dia, target kegiatan tersebut adalah kelompok ibu menyusui memiliki persepsi yang tepat dan kemampuan olah pangan dalam menunjang kualitas ASI. Jangka waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan PKM tersebut selama 2 bulan, yaitu bulan Mei-Juni 2018 .

Pelatihan pada kelompok ibu menyusui, lanjut dia, dilakukan sebanyak lima kali yang diawali dengan focus group discussion (FGD), guna menjajagi persepsi awal dari kelompok ibu menyusui, berkaitan dengan upaya peningkatan kualitas ASI. Pada pelatihan keterampilan olah pangan, lanjut dia, bahan dasar yang dipilih adalah lele. Kelebihan ikan lele adalah selain mudah didapat serta murah, lele memiliki cita rasa yang lezat, tinggi protein dan asam amino omega 3.

Dalam ikan lele tersebut, kata dia, juga rendah lemak, mengandung kadar fosfor, magnesium, zink, kalsium, zat besi, dan kalium cukup tinggi ( porsi ikan lele mengandung 15,6 gram protein), sumber vitamin B12 (porsi lele sudah memenuhi kebutuhan 40 persen vitamin B 12), rendah merkuri, sehingga sangat tepat diberikan untuk ibu yang sedang menyusui.

“Kami berharap kelompok ibu menyusui ini dapat meningkatkan persepsinnya dalam mengoptimalkan kualitas ASI, terutama dalam keterampilan olah pangan”, tambah Awatiful Azza MKep Sp Kep, anggota pelaksana acara tersebut.

Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah