Agar Karyawan Terlatih, Pasien Merasa Aman, RSBS Gelar Pelatihan Tanggap Darurat Bencana

24
Tanggap Darurat Bencana: Karyawan RSBS saat praktek penggunaan alat pemadam kebakaran pada pelatihan yang digelar beberapa waktu lalu

RADARJEMBER.ID –  Guna meningkatkan kesiapsiagaan terhadap bencana serta berfokus pada keselamatan pasien, Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) kembali menggelar pelatihan kesehatan keselamatan kerja. Tanggap darurat bencana dan penanggulangan kebakaran adalah salah satu materi yang diberikan kepada para peserta, di antaranya dokter, perawat, bidan, maupun karyawan nonmedis.

Wahyuning Kurnia Putri SKM selaku panitia pelatihan menjelaskan bahwa tak hanya teori, tetapi pelatihan yang rutin diadakan setahun sekali itu juga dilakukan dengan simulasi. Saat terjadi kebakaran misalnya, selain alat pemadam kebakaran (apar), ada empat helm yang tersedia dengan warna merah, putih, biru, dan kuning. Setelah pelatihan, peserta sudah memiliki bekal dan memahami peran masing-masing sesuai dengan warna helm yang nantinya akan digunakan.

“Dengan pelatihan ini, karyawan dapat mengutamakan keselamatan pasien dan mengetahui cara cepat menanggulangi kebakaran. Sebab, setiap titik ruangan yang ada di RSBS sudah dilengkapi dengan apar yang dapat digunakan jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran,” jelasnya.

Menurut Wahyuning, kunci utama saat tanggap darurat bencana dan penanggulangan kebakaran adalah tidak panik. Oleh karena itu, petunjuk serta jalur evakuasi sudah tersedia untuk membantu proses evakuasi pasien ataupun korban.

Ditambahkan, hal-hal yang perlu dilakukan apabila terjadi gempa adalah segera lindungi kepala dengan tangan, cari tempat berlindung yang aman dan kuat, misalnya di bawah meja atau di sudut ruangan. Tunggu hingga guncangan mereda, baru kemudian segera keluar dari gedung. Sedangkan jika terjadi kebakaran, segera lindungi wajah dan pernapasan agar asap tidak terhirup. Namun, apabila asap membubung tinggi, sebaiknya berjalan dengan merunduk atau merangkak.

“Pada saat evakuasi, akan aman jika dilakukan dengan berjalan cepat, bukan berlari serta tidak berbalik arah. Apabila menggunakan sepatu hak tinggi, segera dilepaskan. Hindari membawa barang yang dapat menghalangi proses evakuasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSBS drg Yunita Puspita Sari P MKes mengatakan, sebagai pelayan kesehatan, penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta melatih diri terhadap bencana yang bisa terjadi kapan saja. Tentu hal tersebut memerlukan pelatihan yang rutin berkelanjutan agar tanggap darurat bencana tetap dimiliki seluruh karyawan.

“Jika kami terlatih, pelayanan dapat diberikan secara optimal, serta diharapkan seluruh pasien dan pengunjung Rumah Sakit Bina Sehat akan merasa aman,” katanya.

Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

Reporter :

Fotografer :

Editor :