Pegadaian: Swasta Menjadi Alternatif Pilihan

RADARJEMBER.ID – Inisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menertibkan lembaga jasa gadai swasta di Jember disambut baik oleh PT Pegadaian (Persero). Hal ini dapat meminimalisir risiko kerugian pada masyarakat, serta lebih menegakkan aturan mengenai jasa gadai ilegal.

Namun demikian, tidak semua lembaga jasa gadai swasta identik dengan pegadaian ‘abal-abal’. Sebab dengan adanya alternatif jasa gadai, masyarakat memiliki banyak pilihan untuk memanfaatkan jasa gadai. Hal tersebut membuat masyarakat mampu menilai kelebihan dan kekurangan masing-masing lembaga penyedia jasa gadai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Pimpinan PT Pegadaian (Persero) Cabang Jember, Indah Rustiniwati SE. Menurut Indah, kehadiran lembaga jasa gadai swasta dapat memunculkan persaingan positif. “Dari sisi kami sendiri kalau ada pesaing, ini akan jadi motivasi untuk selalu menjadi yang terbaik dan berinovasi agar kami selalu menjadi lembaga gadai terdepan, terbaik dan menjadi pilihan masyarakat,” paparnya.

Dirinya mafhum apabila banyak lembaga jasa gadai swasta yang bermunculan. Beberapa tahun terakhir santer terdengar berita bahwa untuk membuka lembaga gadai bisa dilakukan hanya dengan modal Rp 500 jutaan. “Mengenai harganya yang dilempar ke masyarakat itu aturannya bagaimana, saya tidak paham, karena kami adalah pegadaian milik negara,” lanjut Indah.

Meski dianggap pesaing, lembaga jasa gadai swasta tidak mencakup seluruh layanan yang dimiliki oleh pegadaian negara. “Hampir semua yang masuk di swasta adalah yang tidak masuk di pegadaian negeri,” imbuhnya.

Di pegadaian ‘pelat merah’, masyarakat bisa melakukan transaksi gadai untuk pegawai dan karyawan dengan nilai barang maksimal Rp 50 juta, sedangkan untuk pelaku usaha sampai Rp 200 juta. Sementara gadai bisnis maksimal Rp 500 juta. Barang yang digadaikan bisa berupa perhiasan yang terbuat dari emas dan permata, kendaraan bermotor, elektronik, barang gudang, kendaraan bermotor, hingga peralatan elektronik. “Kalau gadai emas atau KCA (kredit cepat aman, Red) per surat gadai maksimal Rp 500 juta,” terang Indah.

Sewa modal atau bunga yang diberikan mulai dari 0,75 persen per 15 hari, dengan jangka waktu adalah selama empat bulan, dapat dicicil dan dilunasi kapan saja. Total pelunasannya dihitung berdasarkan jumlah uang pinjaman ditambah dengan sewa modal yang sudah berjalan.

Selain KCA, nasabah UMKM juga bisa menggunakan layanan kredit agunan Krasida dengan pinjaman hingga Rp 250 juta dan tarif sewa modal mulai 1,25 persen per bulan. Apalagi, lanjut dia, pihaknya saat ini memiliki banyak produk yang ditawarkan, selain jasa gadai yang merupakan core business PT Pegadaian (Persero). Seperti tabungan emas, pembelian emas dengan angsuran, gadai surat kendaraan bermotor, hingga pembelian kendaraan dan pengiriman uang.

Di sisi lain menurut Indah, dirinya sangat setuju apabila OJK melakukan penertiban atas lembaga jasa gadai swasta terutama dari sisi administrasi. Penegakan aturan harus dilakukan dengan jelas, sehingga masing-masing lembaga tidak bermain dengan aturan sekehendak hatinya. “Karena ujung-ujungnya masyarakat pasti akan dirugikan apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sebagai informasi, OJK memberikan deadline akan melakukan penertiban terhadap pegadaian swasta. Jumlah pegadaian swasta yang ada di Indonesia, ada sekitar 14 pegadaian yang sudah berizin. Yang terdaftar sebanyak 36 pegadaian, dan dalam proses pengurusan izin operasional ada 24. Di Jember sendiri tercatat baru satu lembaga yang sedang dalam proses pengurusan izin operasional.

Reporter : Lintang Anis Bena Kinanti
Editor : Adi Faizin
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Grafis: Reza Oky Arjiansyah

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :