Wabup Indah: Tiap Lembaga TK Disunat Sampai 25 Persen Senilai Rp 6,5 Juta

1092
Wabup Lumajang Indah Amperawati

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Terbongkarnya OTT (Operasi Tangkap Tangan) pengkondisian pembelian buku TK se Lumajang  benar-benar membuat miris dunia pendidikan. Sebab, selain ada pemaksaan juga tidak sesuai dengan kebutuhan buku di TK. Parahnya, masih disunat sampai 25 persen dari total pembelian.

Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati MSi menjelaskan, jika setelah mendapat informasi adanya OTT, pihaknya langsung menghubungi pihak inspektorat. Kemudian mengumpulkan tim auditor, wakil guru, K3Tk dan sejumlah pihak.
Usai itu, sekitar pukul 14.00, tim auditor melanjutkan pemeriksaan pada pengurus TK dan pihak-pihak terkait. Sementara Bunda Indah, sapaan akrabnya, sedia membeberkan temuannya di hadapan sejumlah media.

JANGAN DITIRU : Wabup Ir Hj Indah Amperawati menjelaskan temuannya dalam kasus OTT transaksi pembayaran buku TK se Lumajang

Dia menjelaskan jika kondisi ini tidak hanya terjadi di Kunir saja. Tetapi kuat diduga terjadi di semua TK se Lumajang. Dia menjelaskan, dana alokasi pengadaan buku itu dari DAK 2018. “Per TK dipotong 25 persen. Iya fee potongannya 25 persen,” jelasnya. Alibinya untuk pembelian buku. Namun, dia bertanya pada mereka yang mengurus TK.

“Saya tanya bukunya itu tahu apa tidak? Ternyata dijawab tidak. Karena berada dalam satu dus dan belum dibuka. Berarti tidak tahu kebutuhan buku mereka ini. Harusnya lembaga TK beli buku sendiri sesuai kebutuhan,” jelasnya.

Dia menegaskan, bahwa sementara ini, hasil temuannya jelas bahwa yang membeli buku itu adalah Dinas Pendidikan. Yang berhubungan dengan CV adalah Dinas Pendidikan. “TK hanya menerima buku dan membayar sejumlah uang potongan 25 persen dari dana bantuan tersebut,” ungkapnya.

Sebanyak 25 persen potongan itu masih diselidiki. Sebab, di setiap lembaga dapat Rp 6,5 juta. “Kalau bukunya laporan yang masuk ke saya harga buku tidak lebih dari Rp 2 juta. Dan potongannya sekitar Rp 6,5 juta. Itu nanti akan dikembangkan isnpektur. Semua TK ternyata mengalami hal itu. Negeri dan swasta yang dibegitukan. (*)
Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Hafid Asnan
Redaktur : Winardi Nawa Putra