Ma’ruf Amin:Angkat Arus Baru Ekonomi, Ada Kesenjangan Pusat-Daerah

Dwi Siswanto/Radar Jember KUNJUNGI JEMBER: Cawapres KH Ma’ruf Amin saat berkunjung ke Ponpes Nurul Islam Antirogo kemarin.

RADARJEMBER.ID – Isu ekonomi menjadi perhatian Cawapres KH Ma’ruf Amin. Dengan mengusung program arus baru ekonomi, pasangan calon nomor urut 01 ini berjanji akan menghilangkan disparitas ekonomi di Indonesia.

“Arus lama pembangunan ekonomi melahirkan konglomerat, yang  atas makin kuat, yang bawah makin lemah,” kata Ma’ruf saat berkunjung ke Ponpes Nuris Antirogo (27/9). Sebelumnya, dia juga berkunjung ke Ponpes As-Shiddiqi. Menurut dia, pembangunan ekonomi menjadi perhatian, terutama di kalangan pesantren.

Di depan para santri, Ma’ruf berjanji siap melaksanakan tugas-tugas pemerintahan. “Saya akan mengambil pelajaran hidup dari pesantren untuk diterapkan kepada masyarakat. Seperti menghilangkan kelaparan dan kemiskinan,” tutur Ma’ruf.

Begitu juga dengan kekurangan pelayanan kesehatan sampai masalah pendidikan akan menjadi perhatian. Sebab yang terjadi sekarang ada kesenjangan antara pembangunan di daerah dan pusat. Bagi dia, kekayaan harus tersebar secara merata ke masyarakat.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan, kata dia,  mengembangkan potensi produk lokal daerah. Selama ini produk lokal masih tertinggal. Salah satunya, Ma’fur bertekad mendorong perkembangan jaringan minimarket dari pesantren.

Selain itu, juga redistribusi tanah akan dibagikan pada koperasi dan ponpes sehingga menjadi pusat pemberdayaan ekonomi umat. Mulai dari budidaya pertanian, kelautan, jasa keuangan dan finansial melalui sektor real. “Santri jangan rendah diri. Harus bisa jadi apa saja, menteri atau presiden,” ucapnya.

Disamping itu, Ma’ruf juga mengajak masyarakat Jember untuk kembali ke asas tunggal bangsa Indonesia yakni Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945. Untuk itu, dirinya akan  fokus membantu calon Presiden Joko Widodo dalam penguatan Pancasila dan UUD 1945.

Bagi Ma’ruf, Pancasila merupakan asas tunggal dari bangsa Indonesia dan tidak ada yang lain. Pancasila merupakan kesepakatan  berbagai elemen, sedangkan UUD 1945 merupakan kesepakatan nasional dan kesepakatan saudara sebangsa setanah air. Gagasan ini, merupakan pemikiran dari pendiri Pondok Pesantren As – Shiddiqi yakni Alm. KH Ahmad Shiddiq.

Reporter : Bagus Supriad
Editor : Adi Faizin
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Dwi Siswanto

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :