Himpun Dana Fee Pembelian Buku, Inspektorat Lumajang Amankan Uang OTT Rp 151 Juta

3024
DIMINTAI KETERANGAN : Tim inspektorat sedang mendalami dan mengembangkan temuannya pada guru dan kasek TK Kunir.

LUMAJANG RADARJEMBER.ID – Operasi Tangkap Tangan (OTT) tidak hanya dilakukan KPK maupun Tim Saber pungli. Di Lumajang, dikabarkan Inspektorat juga melakukan OTT. Pagi tadi beredar kabar jika di TK Dharma Wanita Kabuaran kepergok OTT sampai Rp 151 juta.

Beredarnya informasi ini menuntun sejumlah awak media mendatangi kawasan TK sejak pukul 10.00 WIB tadi. Terlihat sejumlah tim inspektorat sedang melakukan pemeriksaan pada sejumlah pengurus TK.

Berkas-berkas juga terlihat berceceran. Tim dari Inspektorat juga terlihat sibuk memeriksa. Sementara sejumlah guru dan pengurus TK juga nampak mondar-mandir kelimpungan.

Ketika sejumlah awak media masuk, tim inspektorat dan pihak TK terlihat panik. Bahkan, guru TK dan kasek terlihat gusar. Beberapa diantaranya terkejut dengan kedatangan sejumlah wartawan.

Lasmono, ketua tim inspektorat tidak mengelak jika pihaknya melakukan pemeriksaan. Yang kebetulan ada transaksi. “Kami mengadakan pemeriksaan rutin seperti biasa. Hari ini giliran TK Dharma Wanita Kabuaran. Kami memeriksa pembayaran yang dipesan oleh lembaga. Sementara kita masih dapatkan seperti yg didapat siang ini. Pembayaran dari salah satu TK di kecamatan yang sama, dikumpulkan disini sejumlah uang sekian persen dari pesanan buku,” jelasnya.

Praktis, uang tersebut langsung diamankan. “Itu pesanan buku sesuai jumlah murid tahun kemarin sejumlah 20 persen. Yang disetor Rp 5.544.000 yang disetor. Kami masih terus mendalami informasi ini,” jelasnya.

Sementara itu, Busri salah satu penghimpun dana kemarin sempat kedadapan saat dikonfirmasi. Dia menjelaskan hanya ditugasi saja. “Saya hanya ditugasi saja sama K3TK,” katanya.

Dia mengaku memang sudah ada rencana menyerahkan uang ke salah satu CV. “Tapi karena saya ragu, maka saya bingung,” katanya.

Dia menjelaskan selama ini yang masuk ada 21 lembaga dari total 23 lembaga. “Nilai uangnya yang tadi ada Rp 151 juta. Uangnya masih di saya. Rencana mau saya serahkan ke K3TK. Nanti K3TK yang nyerahkan ke CV. Saya hanya ditugasi K3TK saja,” ungkapnya.

Mendengar banyaknya pengakuan dari Busri, pihak inspektorat kemudian menyela. “Begini, sementara itu dulu ya, ini masih pengembangan,” ungkap Lasmono yang membuat sejumlah wartawan menghentikan proses kerjanya sambil menunggu hasil pengembangan.

Mendengar informasi ini, Wabup Lumajang Ir Hj Indah Amperawati terkejut. Dia awal memang mendengar slentingan itu. Namun setelah mendapat informasi tersebut, wabup yang baru dilantik 3 hari lalu ini naik pitam. “Saya baru dengar, langsung saya cek inspektorat. Ini saya perintahkan untuk mendalami dan melakukan pengembangan!,” ujarnya yang kemudian bergegas kembali menghubungi tim inspektorat (*)

Reporter : Hafid Asnan
Fotografer : Hafid Asnan
Redaktur : Winardi Nawa Putra

Reporter :

Fotografer :

Editor :