Takut Beri Keterangan Saksi di Depan Terdakwa

MUCHAMMAD AINUL BUDI / RADAR JEMBER BUAT SAKSI TAKUT: Muhammad Anton harus digiring ke ruang tahanan di Pengadilan Negeri Jember saat kedua rekannya memberi keterangan saksi (26/9).

RADARJEMBER.ID –  Raut wajahnya sudah menandakan dirinya seakan tak menyesal akan perbuatannya. Bak jagoan kampung yang paling berani dia berjalan menuju ruang sidang.  Itulah yang terlihat dalam persidangan dengan terdakwa kasus penganiayaan, Muhammad Anton.

Saat ini, Anton berada di balik jeruji akibat ulahnya yang menganiaya korban Arifin. Peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 20 Mei 2018. Sore itu, korban Arifin yang sedang enak-enaknya mengendarai motor, mengalami masalah di jalur lintas selatan, Puger Kulon, Jember. Saat itu  Arifin memang sudah dibuntuti oleh Anton dan gengnya. Dipepet dan akhirnya ditendanglah Arifin oleh Anton. Arifin lantas menjadi bulan-bulanan Anton dengan pukulan dan injakan.

“Sebelumnya, Arifin dan Anton ini sudah punya masalah Bu. Anton ini juga seperti orang yang disegani di desa kami, anak buahnya banyak,” jelas Rohimin, salah satu saksi kepada JPU.

Bahkan, pada 2017, Anton juga sudah pernah menganiaya Arifin. Namun, saat itu Anton belum sampai dijebloskan ke penjara. Anton hanya menulis surat pernyataan permintaan maaf yang disaksikan polsek dan kepala desa. Namun, perbuatan itu diulangi lagi terhadap korban yang sama, Arifin. Atas kelakuannya itu, Anton dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan.

Menariknya, dalam persidangan itu, dua orang saksi yang dihadirkan jaksa sempat merasa ketakutan. Keduanya yakni Rohimin dan Imam yang sebelumnya sudah meminta kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). ndah Puspitorini untuk tak dijadikan satu ruangan dengan terdakwa. Keduanya lantas ditanya oleh majelis hakim atas dasar apa mereka enggan berhadapan dengan terdakwa guna memberikan keterangan saksi. “Tidak enak saja. Kami kan teman. Apalagi dia tetangga saya, juga sudah kenal lama,” ujar Rohimin.

Wahyu Widuri, hakim ketua persidangan itu akhirnya mengabulkan permohonan saksi. “Oke, terdakwa bisa dipindah dulu ke ruang tahanan. Agar kedua saksi ini bisa memberikan keterangan yang objektif,” perintah Widuri.

Saat berjalan keluar ruang siding pun, raut wajah terdakwa Muhammad Anton malah tersenyum. Seakan dua rekannya tersebut sudah takut meski hanya memberi keterangan atas kejadian penganiayaan yang dilakukan Anton.

Reporter & Fotografer: Muchammad Ainul Budi
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :