Kabid SD Diknas Jember Tinjau Sekolah Rusak

Jumai/Radar Jember TURUN LANGSUNG : Kabid SD Dinas Pendidikan Jember Dhebora Krisnowati (kanan) bersama Kepala SDN Curah Takir 03 Agus Suryanto saat melihat langsung ruang kelas yang rusak.

RADARJEMBER.ID – Dinas Pendidikan Kabupaten Jember turun langsung mengecek kondisi SD yang rusak akibat diterpa angin puting beliung. Sembari mengecek kerusakan, Kepala Bidang SD Diknas Jember Dhebora Krisnowati juga memberi semangat kepada para siswa yang sedang belajar.

“Anak-anakku, kalian harus tetap semangat meskipun kondisi ruang kelas tanpa atap karena angin puting beliung,” ujar Dhebora. Sontak, nasihat Dhebora yang juga mantan guru SD ini langsung disambut antusias oleh para murid. “Iya Bu, kami tetap semangat meskipun sudah bertahun-tahun belajar di ruang kelas yang tidak layak,” ujar Iqomatul, siswa kelas 6 SDN Curah Takir 03.

Usai berbincang-bincang dan memotivasi murid kelas 6, Dhebora lalu masuk ke kelas 5. Seperti kondisi yang dialami kakak kelasnya, siswa kelas 5 juga harus menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan panas menyengat karena atap bangunan yang rusak diterpa angin puting beliung.

Dengan kunjungan tersebut, pihak sekolah sangat berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. “Ada tiga ruang kelas yang harus mendapat perhatian serius. Karena ruang kelas ini sudah tidak layak untuk digunakan. Kalau hujan bocor, sehingga KBM menjadi terganggu,” tutur Agus Suryanto, Kepala SDN Curah Takir 03 saat mendampingi Dhebora.

Jikapun tidak turun hujan, para siswa juga harus merasakan teriknya panas. “Karena tiga ruang kelas yang ada ini sama sekali tidak ada plafonnya,” lanjut Agus.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, hujan dan angin puting beliung yang merusak atap gedung sekolah tersebut terjadi pada Minggu (23/09). “Untungnya saat itu libur, sehingga tidak ada korban dari siswa,” tutur Agus.

Pasca rusaknya atap dua kelas, siswa sempat belajar dan mengerjakan soal di teras. Namun, pada keesokan harinya kegiatan belajar mengajar terpaksa dikembalikan ke ruang kelas, meskipun atapnya berlubang. “Karena selain terganggu, anak-anak mengaku sakit kalau belajar dengan lesehan,” beber Agus.

Menanggapi hal tersebut, Dhebora mengakui, masih banyak gedung SD di Jember yang kondisinya sangat memprihatinkan. “Untuk lembaga SD, dari data tahun 2017 lalu, terdapat  sekitar 1104 lokal (ruang kelas, Red) SD yang mengalami rusak berat. Untuk yang rusak sedang dan ringan, belum kami perinci, mungkin lebih banyak lagi,” ujar Debi, panggilan akrab Dhebora.

Saat ini, Dinas Pendidikan masih melakukan sinkronisasi dengan data pokok pendidikan (dapodik) yang disampaikan sekolah. Jumlah lokal kelas yang rusak tersebut lokasinya tersebar di sejumlah lembaga dan merata di semua kecamatan yang ada di Jember. “Oleh karena itu, tahun ini dilakukan verifikasi ulang untuk melihat keparahan masing-masing ruang kelas itu,” jelas Debi.

Dari kunjungan tersebut, Dhebora berjanji akan langsung melaporkannya kepada Kepala Dinas Pendidikan Jember. “Kondisi bangunan memang sudah sangat tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar. Mulai dari dinding yang retak, lantai yang berlubang, hingga kusen pintu dan jendelanya sudah termakan rayap,” pungkas Debi.

Reporter : Jumai, Adi Faizin
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah
Fotografer: Jumai

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :