Ternyata SK Menteri Soal Tambang Emas Silo Atas Usulan Gubernur

RADARJEMBER.ID – Terkait adanya keberatan kelompok masyarakat yang disampaikan kepada Bupati Jember dr Hj Faida MMR terhadap rencana kegiatan pertambangan di wilayah Silo, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Dr Ir Muhammad Wafid A.N., M.Sc., Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, angkat bicara.

Dijelaskan, penetapan Silo sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan sebagaimana tercantum dalam lampiran IV Keputusan Menteri ESDM No. 1802 K/30/MEM/2018 sudah melalui proses yang cukup panjang. Kepmen diterbitkan setelah adanya usulan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui surat Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur No 545/981/119.2/2016 tertinggal 29 Februari 2016 Perihal Usulan Penetapan WIUP Mineral Logam.

Wafid menambahkan, adanya Kepmen ESDM tersebut di atas tidak serta merta bisa menjadi dasar dilakukannya usaha pertambangan di kawasan Silo. “Ada sejumlah proses yang harus dilalui,” ujarnya.  Di antaranya, Pelelangan Wilayah Usaha Pertambangan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menentukan perusahaan pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Keputusan Gubernur Jawa Timur terkait Penetapan perusahaan pemegang IUP.

Dijelaskan, tanpa adanya proses lelang dan Keputusan Gubernur tersebut maka segala bentuk aktifitas pertambangan di wilayah Silo dapat dikategorikan sebagai pertambangan ilegal.

Masih menurut Wafid, aspirasi masyarakat Jember yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jember, yang tidak menghendaki adanya aktifitas pertambangan di wilayah Silo, dapat dimungkinkan dengan tidak dilakukannya lelang oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Atau bahkan, lanjut dia, pencabutan wilayah Silo sebagai Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) dari lampiran IV Keputusan Menteri ESDM No 1802 K/30/MEM/2018, setelah adanya usulan peninjauan kembali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pihak yang mengusulkan penetapan wilayah Silo sebagai Wilayah Usaha Pertambangan.

Diakui Wafid, pada Kamis, 20 September 2018, Bupati Jember Faida telah beraudiensi dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, dan telah menyiapkan langkah-langkah yang perlu ditempuh untuk menjawab aspirasi masyarakat serta dinamika yang berkembang di tengah masyarakat Kabupaten Jember. (*)

Reporter: Winardi Nawa Putra

Foto: istimewa

 

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :