Kepala Puskesmas Botolinggo Tersangka, Diduga Selewengkan Dana Kapitasi BPJS Kesehatan

1703

RADARJEMBER.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menetapkan dua orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan penggunaan dana kapitasi kesehatan. Dua tersangka itu berinisial T dan S. Kejaksaan menilai keduanya bertanggung jawab atas adanya kasus pemotongan dana kapitasi BPJS di Puskesmas Botolinggo.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Bondowoso Santosa Hadi Pranawa mengatakan, pihaknya telah melakukan pengumpulan data, penyelidikan, dan penyidikan. Kasusnya tentang penyelewengan penggunaan dana kapitasi dari BPJS Kesehatan di Puskesmas Botolinggo. “Akhirnya kami menentukan siapa yang paling bertanggung jawab dalam kaitan perkara ini,” jelasnya.

Kejari Bondowoso akhirnya menentukan T selaku kepala dan S selaku bendahara PKM Botolinggo sebagai tersangka. Namun, keduanya tidak ditahan. Sebab, dianggap kooperatif. Namun, pihak kejaksaan, kata Santosa, akan melihat lebih jauh lagi dalam pemeriksaan berikutnya.

Dijelaskannya, dana kapitasi BPJS Kesehatan adalah dana yang diberikan pemerintah pusat ke daerah. Realisasinya, dana itu ditransfer langsung ke rekening puskesmas. Sesuai pergub dan perbup, dana kapitasi itu 60 persen digunakan jasa pelayanan (jaspel) dan 40 persen digunakan operasional.

“Seharusnya dana itu disalurkan kepada tenaga medis di puskesmas, namun pada kenyataannya, setelah kami melakukan penyelidikan dan penyidikan, dana itu dilakukan pemotongan,” ujarnya. Kerugian negara yang diakibatkan dalam kasus tersebut sekitar Rp 400 juta. Mulai dari 2015 sampai 2017.

Berdasarkan penelusuran radarjember.id, sebenarnya pihak puskesmas melakukan pemotongan karena ada beberapa peruntukan yang diperlukan. Misalnya saja, adanya tenaga non-PNS dan keperluan internal lainnya. Sehingga, tidak dipakai sendiri. “Namun, ada pihak yang tidak terima, lantas membuat laporan,” terang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Reporter : Sholikhul Huda
Editor : Narto
Editor Bahasa: Imron Hidayatullah