Optimalkan BKK, SMK Jejaring Daring

WAWAN DWI/RADAR JEMBER SOSIALISASI: Kacabdispendik Jatim di Jember Lutfi Isa Anshori (kanan) bersama, Kepala SMKN 6 Dra Priwahyu Hartanti, memberikan sambutan dan membuka Bimtek BKK SMK se-Kabupaten Jember di Hotel Aston, kemarin (3/9).

RADARJEMBER.ID –  Lembaga sekolah kini tidak lagi konsentrasi dalam mendidik para siswanya. Tapi juga bagaimana mampu menghubungkan perusahaan dengan alumnusnya. Inilah yang dilakukan SMK lewat bursa kerja khusus (BKK). Seperti yang dilakukan SMKN 6 Jember dengan menggelar bimbingan teknis (Bimtek) BKK jejaring daring atau online.

Bimtek yang diikuti perwakilan SMK se-Kabupaten Jember di Hotel Aston, kemarin (3/9), menjadi sangat penting agar sekolah kejuruan mampu mengoptimalkan BKK lewat jaringan media daring. “Setiap SMK ada BKK. Lewat bimtek ini BKK lebih dioptimalkan lagi lewat jaringan online,” ujar Priwahyu Hartanti.

Dia menjelaskan, SMKN 6 memberikan Bimtek ke SMK se-Kabupaten Jember tersebut karena sebelumnya ditunjuk dan telah mendapatkan pelatihan oleh Direktorat Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Dia menjelaskan bahwa  BKK juga telah ada di Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) No 39 Tahun 2018. Yakni unit pelayanan penempatan tenaga kerja yang dibentuk pada satuan pendidikan menengah, satuan pendidikan tinggi. Dan lembaga pelatihan kerja yang diperuntukkan untuk alumni. “Sementara BKK di SMK adalah menjadi mitra Dinas Tenaga Kerja sebagai unit pelaksana yang memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, pemasaran, penyaluran, dan penempatan tenaga kerja, serta menghubungkan pencari kerja ke penyedia kerja,” terangnya.

Lewat BKK berbasis online, kata dia, mempermudah alumnus untuk mengakses lowongan kerja. Tidak hanya sekadar itu saja, sekolah juga punya data valid by name by address alumnusnya yang belum bekerja dan telah bekerja di perusahaan mana. “Jadi SMK tidak lepas tangan kepada alumnusnya. Ini adalah menjembatani alumni ke penyedia lapangan pekerjaan,” paparnya.

Tujuan lewat bimtek ini, mampu memberikan pemahaman tentang BKK di SMK. “Sosialisasi dan berikan pemahaman tentang pemberdayaan dan best practice BKK di SMK,” imbuhnya. Selain ini menyosialisasikan aplikasi BKK online, manajemen pendataan keberadaan lulusan yang efisien dan optimal.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim di Jember Lutfi Isa Anshori menambahkan, jumlah SMKN di Jember saat ini untuk negeri ada 8. Sementara untuk swasta ada kurang lebih 172. “Jumlah SMKN di Jember ini terbanyak se Jatim. Untuk lulusan SMK per tahun itu sekitar 12 ribu siswa,” katanya. Sehingga, kata dia, BKK berbasis daring atau online sangat diperlukan. Karena era revolusi industri saat ini semua proses industri ada digitalisasnya.

Reporter : Dwi Siswanto
Editor : M. Shodiq Syarif
Editor Bahasa: Yerri A Aji
Fotografer: Dwi Siswanto

Reporter :

Fotografer :

Editor :