Cara Bentuk Pemimpin Muda Berkharakter: Ngaji, Ngopi dan Diskusi

Rijal Mumazziq Zionis (tengah) bersama anggota DPRD Jatim, M. Fawait (kiri) saat berbicara dalam Seminar Generasi Muda Milenial yang dihelat BEM Inaifas.

RADARJEMBER.ID – “Beri aku sepuluh pemuda niscaya akan kuguncang dunia”. Kutipan pidato Presiden Soekarno ketika membakar semangat generasi muda itu seolah terus kekal digaungkan, untuk menunjukkan peran penting generasi muda dalam pembangunan. Semangat itu pula yang menyeruak dalam diskusi bertemakan generasi milenial yang dihelat di kampus Institut Agama Islam Al-Falah As-Sunniyah (Inaifas) Kencong.

“Kalau kita berkaca pada sejarah, para pemuda yang berperan penting dalam proses kelahiran bangsa ini, mereka itu sudah berorganisasi sejak usia belia,” tutur Rektor Inaifas, Rijal Mumazziq Zionis saat didaulat sebagai salah satu pembicara.

Karena itu, untuk membangun Indonesia di masa depan yang lebih baik, mahasiswa diharapkan mempergunakan dengan optimal kesempatan berproses selama kuliah, baik di dalam ruang akademik maupun di luar kampus. Khususnya untuk mahasiswa dari kalangan santri yang harus tetap mempertahankan jati dirinya “Prinsipnya ada tiga: ngaji, ngopi dan diskusi,” tutur rektor berusia 34 tahun ini disambut tepuk tangan para mahasiswa. Kebencian terhadap satu kelompok, jangan sampai membuat netizen bertindak konyol sehingga berujung pada proses hukum.
Dengan mengaji, seorang mahasiswa tetap menjadi seorang santri yang punya prinsip “ngaji sampai mati”. Dengan ngopi, maka mahasiswa bisa menggali inspirasi, sebab, sebagaimana motto para pembelajar, dalam secangkir kopi senantiasa ada inspirasi.

“Dan dengan diskusi, mahasiswa bisa bertukar gagasan, memperdebatkan sebuah konsepsi, serta mencari solusi atas sebuah permasalahan,” tutur mantan Wapres BEM Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya ini.
Selain Rijal, bertindak seminar kepemudaan tersebut juga menghadirkan Muhammad Fawait, anggota DPRD Jatim sebagai pembicara. “Jika hari ini berita hoax banyak bermunculan, maka mahasiswa harus turut andil dalam menanggulangi hoax tersebut. Karena mahasiswa dibiasakan untuk berpikir kritis terhadap kondisi sekitar sekaligus inovatif. Jangan malah menjadi masalah.” katanya disambut tepuk tangan mahasiswa.

Menurut alumnus Universitas Gajah Mada ini, di antara ciri generasi muda yang cerdas adalah sanggup memberikan kontribusi dan kemanfaatan bagi masyarakat sekitarnya. “Maka, ayo, para mahasiswa selain aktif di kampus juga harus memulai kiprahnya di masyarakat.” tandas pria yang akrab disapa Gus Fawait ini Seminar tersebut juga dalam rangka pelantikan pengurus BEM Inaifas yang baru.

Reporter: Adi Faizin
Foto: BEM Inaifas

Editor: Winardi Nawa Putra

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :