Difabel Ikut Galang Dana Lombok

Bagus Supriadi/Radar Jember TETAP SEMANGAT: Keterbatasan warga difabel tidak menghalangi semangat mereka untuk membantu korban bencana Lombok.

RADARJEMBER.ID-  Susilowati membawa kardus bertuliskan Difabel Jember Peduli Gempa Lombok. Dia memakai kursi roda menghampiri setiap kendaraan yang lewat di lampu merah perempatan SMPN2 Jember kemarin (15/8). Perempuan asal Ajung itu tidak sendiri, namun bersama 40 penyandang disabilitas lainnya.

Mereka membuktikan bahwa mereka juga bisa saling membantu. Meskipun memiliki keterbatasan, hal itu tidak menjadi halangan untuk berbuat, menolong orang lain yang membutuhkan. Keterbatasan fisik  tidak mengurangi semangat menggalang dana bagi korban gempa Lombok.

“Saya sendiri dari Semboro, datang ke kota untuk galang dana,” tambah Solihin. Pria itu juga berdiri di pinggir jalan membawa kardus. Mendatangi setiap pengendara yang lewat, lalu menyodorkan kardus itu. Ada yang memberi uang, ada yang melewatinya.

Solihin merupakan anggota Persatuan Penyandang Cacat (Perpenca) Jember. Mereka tak punya tujuan lain selain ikut berpartisipasi membantu korban bencana. “Sehingga beban mereka bisa lebih ringan dengan bantuan ini,” tambahnya.

Sementara  itu, koordinator aksi galang dana komunitas difabel, Abdullah mengatakan mereka berasal dari berbagai kecamatan di Jember. Mulai dari Kencong, Bangsalsari Tanggul, hingga Semboro. “Setiap kecamatan ada semua,” ucapnya.

Mereka merupakan anggota dari komunitas Difabel Motorcycle Indonesia (DMI) Jember. himpunan wanita disabilitas Indonesia, Perpenca, difabel care community  dan lainnya. “Kami tidak ingin dipandang sebagai kekurangan, namun sama dengan warga yang lain,” terangnya.

Motto mereka yakni beri kami kesempatan pasti kami buktikan. Akhirnya mereka membuktikan bahwa mereka bisa, yakni menggalang dana untuk Lombok. “Galang dana itu bisa dilanjutkan, tidak selesai hari ini,” pungkasnya.

Reporter & Fotografer: Bagus Supriadi
Editor : MS Rasyid
Editor Bahasa: Yerri A Aji

IKLAN

Reporter :

Fotografer :

Editor :